Bisnis PLN Masih Rugi Rp 29,6 Triliun

Sepanjang tahun 2013, bisnis PT PLN (Persero) mencatat rugi bersih menjadi Rp29,6 triiliun. Padahal pada 2012 perseroan mempu membukukan laba bersih sebesar Rp3,2 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, penurunan ini terutama disebabkan oleh peningkatan rugi selisih kurs atas penjabaran liabilitas moneter dalam mata uang asing yang bersifat non cash sebesar Rp42,2 triliun dan peningkatan beban bunga sebesar Rp5,5 triliun.

Sementara, laba usaha perseroan naik sebesar Rp7,0 triliun atau 23,5% dari Rp29,5 triliun menjadi Rp36,5 triliun. Peningkatan rugi selisih kurs sebesar Rp42,2 triliun tersebut diatas disebabkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US$ sebesar 20,7% dan 3,6% terhadap Yen.

Hal tersebut menyebabkan nilai utang PLN dan utang sewa pembiayaan atas penerapan ISAK 8 terhadap transaksi dengan Independent Power Producer (IPP) yang didominasi oleh pinjaman valas meningkat secara tajam. EBITDA perseroan meningkat 16,9% dari Rp52,1 triliun pada 2012 menjadi Rp60,9 triliun pada 2013. Dari laporan posisi keuangan, tercatat jumlah aset tidak lancar mengalami peningkatan 8,3% menjadi Rp511,0 triliun pada 2013 dari Rp472,1 triliun pada 31 Desember 2012.

Peningkatan aset ini karena investasi pada perseroan atas proyek kelistrikan berupa pembangkit dan transmisi. Adapun aset lancar naik 9,7% menjadi Rp84,8 triliun pada 2013 dari Rp77,3 triliun pada 2012. Sehingga total jumlah aset perseroan pada akhir 2013 sebesar Rp595,9 triliun atau naik 8,5% dari Rp549,4 triliun pada 31 Desember 2012. (bani)

Related posts