Siantar Top Siapkan Capex Rp 500 Miliar - Bangun Pabrik Baru

NERACA

Jakarta – Emiten sektor consumer, PT Siantar Top Tbk (STTP) menganggarkan belanja modal tahun ini sebesar Rp500 miliar. Dimana belanja modal tersebut akan digunakan untuk kebutuhan investasi pembangunan pabrik dan ekspansi usaha yang bersumber dari penerbitan obligasi.

Direktur Operasional PT Siantar Top Tbk, Armin mengatakan, kebutuhan dana capex akan terpenuhi dengan penerbitan obligasi perseroan tahap pertama sebesar Rp250 miliar dan sisanya pinjaman perbankan. Nantinya, penggunaan capex untuk penambahan mesin untuk pabrik makanan dan minuman yakni kopi.

Diharapkan, dengan adanya penambahan mesin maka kapasitas produk yang saat ini sebesar 75% sampai 80% dapat meningkat dua kali lipat. Disebutkan, penambahan mesin ini untuk pabrik yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur sehingga produksi tumbuh lebih besar, "Ini mesinnya modern dan otomatis. Kita ambil dari Eropa sehingga dapat menunjang ekspor juga. Nanti produksinya dapat meningkatkan kualitas dan kapasitasnya," imbuhnya.

Saat ini, perseroan mempunyai empat pabrik di Sidoarjo Jawa Timur memproduksi Mie, Crackers, Biskuit, Wafer dan Tepung. Satu pabrik di Bekasi, Jawa Barat. Satu pabrik di Medan, Sumatera Utara dan satu pabrik di Makasar, Sulawesi Selatan. Disamping itu, perseroan juga berencana mengeluarkan produk baru setiap tahunnya,”Kita ada produk baru, karena kita lakukan Riset&Development (R&D) untuk pengembangan dan persaingan bisnis,”kata Armin.

Dirinya menjelaskan, salah satu yang tengah dijajaki adalah produk kopi, dimana saat ini perseroan membangun pabrik produksi kopi yang berlokasi di Tambak Jabon Sidoarjo, Jawa Timur,”Produk barunya seperti biskuit dan kerupuk. Yang terbaru ada kita bikin kopi,”tuturnya.

Armin mengungkapkan, untuk pembangunan pabrik kopi ini, perseroan akan menginvestasikan sekira Rp300 miliar. "Sekitar Rp300 miliar. Itu sudah jalan dari 2013 di Tambak Jabon, di deket-deket lokasi kantor kita," imbuhnya.

Ground breaking pabrik ini sudah dilakukan tahun 2013 dan sekarang kemajuannya sudah 10-20 persen. Sementara, untuk pabrik pengolahan kopi kemasan di Sidoarjo ini, ditargetkan dapat beroperasi pada periode antara Triwulan ketiga dan keempat tahun 2014 mendatang. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang - Bursa Berjangka Belum Optimal

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Mitra Keluarga Baru Serap Dana IPO 37%

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) belum menyerap sepenuhnya dana hasil initial public offering (IPO). Sisa dana tersebut juga masih…

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…