Pemerintah Lelang SBSN untuk Pembiayaan

NERACA

Jakarta - Pemerintah kembali akan melakukan lelang penjualan empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara berbasis proyek dengan target indikatif Rp1,5 triliun pada 11 Maret 2014. Berdasarkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (5/3) menyebutkan, penjualan obligasi negara itu untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2014.

Terdapat empat seri sukuk proyek yang akan dilelang, yaitu PBS003 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6% dan jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2027, seri PBS005 (penerbitan kembali) dengan imbalan 6,75% dan jatuh tempo pada tanggal 15 April 2043. Selain itu seri PBS006 (penerbitan kembali) dengan imbalan 8,25% dan jatuh tempo pada 15 September 2020. Juga seri SPN-S12092014 (penerbitan baru) dengan imbalan diskonto, jatuh tempo pada 12 Agustus 2014.

Penerbitan tiga seri pertama memiliki "underlying asset" berupa proyek maupun kegiatan dalam APBN 2014, sedangkan untuk seri SPN-S12092014 memiliki "underlying asset" berupa Barang Milik Negara tanah dan bangunan. Penjualan SBSN tersebut akan dilaksanakan dengan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN dan lelang bersifat terbuka menggunakan metode harga beragam.

Pada prinsipnya, investor individu maupun institusi dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang, namun untuk pelaksanaan penyampaian "bids", investor harus melalui peserta lelang yang mendapat persetujuan Kementerian Keuangan.

Untuk lelang SBSN jangka panjang (seri PBS) dapat diikuti oleh peserta lelang dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non kompetitif serta LPS dengan mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif. Sedangkan lelang SBSN jangka pendek (seri SPN-S) dapat diikuti oleh peserta lelang dengan mengajukan penawaran pembelian kompetitif serta Bank Indonesia dan LPS dengan mengajukan penawaran pembelian nonkompetitif. [ardi]

Related posts