Laju IHSG Belum Beranjak di Zona Hijau

Kamis, 06/03/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 57,88 poin atau 1,25% ke 4.659,17. IHSG seharian berada di zona hijau akibat derasnya aksi beli pelaku pasar seiring sentiment positif laporan keuangan emiten,”Positifnya bursa Asia memberikan dampak terhadap penguatan indeks BEI, sehingga masih bertahan," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (5/3).

Dia mengatakan, kondusifnya sentimen dari eksternal itu kembali dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali memburu saham-saham yang telah mengalami pelemahan akibat gejolak politik di Ukaraina."Investor asing kembali mencatatkan beli bersih sebesar Rp816 miliar pada perdagangan Rabu,”ujarnya.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas Christandi Rheza Mihardja memperkirakan, indeks BEI Kamis akan bergerak menguat di level 4.657--4.716 poin,”Pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh data pertumbuhan produk domestik Eropa (PDB) Eropa yang diperkirakan naik. Selain itu, AS juga akan merilis data nonmanufaktur yang diperkirakan stagnan," kata dia.

Dirinya merekomendasikan, beberapa saham-saham yang dapat diperhatikan, di antaranya Astra International (ASII), PP London Sumatra Indonesia (LSIP), Erajaya Swasembada (ERAA), dan Vale Indonesia (INCO).

Pada perdagangan kemarin, tercatat IHSG ditutup dengan 213 saham menguat, 88 saham melemah, dan 101 saham bergerak stagnan. Mengakhir perdagangan, terjadi transaksi sebesar Rp6,311 triliun dari 5,396 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 menguat 5,22 poin atau 1,3% ke 782,66, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 7,85 poin atau 1,3% ke 627,90, dan indeks IDX30 naik 5,22 poin atau 1,3% ke 401,25. Di Asia, saham-saham bergerak dua arah, dengan indeks Nikkei naik 176,15 poin atau 1,20% ke 14.897,63, indeks Hang Seng turun 77,85 poin atau 0,34% ke 22.579,78, dan indeks Straits Times menguat 0,16% ke 3.109,58.

Sektor-sektor penopang IHSG kompak menguat, dengan sektor perkebunan melonjak 3,4%. Hampir semua sektor menguat lebih dari 1%, hanya sektor perdagangan dan konsumsi yang belum mampu nai mencapai 1%. Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) naik Rp25.000 ke Rp1.085.000, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp1.750 ke Rp27.100, dan saham PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) naik Rp700 ke Rp9.900.

Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp100 menjadi Rp30.000, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp100 menjadi Rp25.775, dan saham PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) turun Rp175 menjadi Rp9.275.

Perdagangan sesi pertaman ditutup menguat 49,20 poin atau 1,06% ke 4.650,48. Sebanyak 206 saham menguat, 82 saham melemah, dan 69 saham bergerak stagnan. Mengambil jeda siang ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp3,523 triliun dari 3,283 miliar lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 menguat 9,61 poin atau 1,2% ke 782,10, Jakarta Islamic Index (JII) menguat 7,37 poin atau 1,2 persen ke 627,42, dan indeks IDX30 naik 4,89 poin atau 1,2% ke 400,92. Di Asia, penguatan juga masih terjadi dengan indeks Nikkei naik 236,20 poin atau 1,60% ke 14.957,68, indeks Hang Seng naik 53,68 poin atau 0,24% ke 22.711,31, dan indeks Straits Times menguat 0,27% ke 3.113,07.

Sektor-sektor penopang IHSG kompak menguat, hampir semua sektor menguat di atas 1%, bahkan sektor perkebunan naik 2,8%. Hanya sektor konsumsi, dan perdagangan yang berada di bawah 1%. Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) naik Rp24.900 ke Rp1.084.900, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp1.600 ke Rp26.950, dan saham PT Gudang Garam Tbk (UNVR) naik Rp700 ke Rp48.200.

Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp100 menjadi Rp30.000, saham PT ABM Investama Tbk (ABMM) turun Rp85 menjadi Rp2.755, dan saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) turun Rp75 menjadi Rp5.950.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka naik 19,94 poin atau 0,43% menjadi 4.621,12. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,14 poin (0,66%) ke level 777,63. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, meredanya kekhawatiran tentang gejolak di Ukraina, membuat indeks bursa AS pada perdagangan tadi malam menguat.

Kenaikan dari indeks bursa AS tersebut memberikan dukungan bagi pergerakan indeks bursa Asia, termasuk IHSG BEI,”Pelaku pasar sempat mencemaskan gejolak yang terjadi di Ukarina akan melebar ke negara lainnya," kata Alfiansyah.

Dia menambahkan, dukungan dari internal menyusul kinerja keuangan emiten tahun buku 2013 yang cukup positif juga masih tetap memberikan dukungan bagi IHSG mencapai level yang lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, analis Kresna Securities, Etta Rusdiana Putra mengatakan sentimen di pasar domestik yang kondusif masih akan menjadi katalis pendorong IHSG selanjutnya,”Inflasi bulan Februari yang sebesar 7,8% secara tahunan masih lebih baik dari ekspektasi pasar. Selain itu, survei sektor manufaktur Indonesia juga masih menunjukkan ekspansi," kata Etta Rusdiana.

Dia menambahkan data makro ekonomi yang masih kondusif itu masih menjadi faktor yang menarik bagi investor asing untuk masuk ke pasar saham dalam negeri sehingga akan menambah kekuatan bagi indeks BEI melanjutkan penguatan. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng menguat 53,59 poin (0,24%) ke level 22.711,22, indeks Nikkei naik 222,76 poin (1,51%) ke level 14.945,01 dan Straits Times menguat 4,52 poin (0,15%) ke posisi 3.109,28. (bani)