Tokio Marine Bidik Kalangan Kelas Bawah

Sabtu, 08/03/2014

NERACA

Hampir semua pelaku industri mengakui bahwa selama ini asuransi terlampau fokus melayani kebutuhan nasabah kelas menengah ke atas. Lihat saja produk-produknya yang masih dianggap mahal oleh sebagian besar konsumen. Belum lagi dengan mendominasinya produk paduan proteksi dan investasi (unitlink) yang kebanyakan diperuntukkan bagi kalangan kelas menengah.

Direktur Utama PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI), David J Beynon selama ini sasaran perusahaan asuransi masih berkisar di kalangan kelas menengah dengan penghasilan setidaknya Rp3 juta per bulan.

"Penduduk kelas menengah di Indonesia berkisar 50 juta orang. TMLI pun mempunyai produk yang menyasar ke kelas menengah tersebut. Sedangkan untuk kalangan berpenghasilan menengah ke bawah, jumlahnya jauh lebih banyak. Diperkirakan jumlahnya mencapai 120 juta orang," kata dia.

Lebih lanjut David mengatakan, ada pangsa pasar asuransi yang sangat besar di Indonesia. Pasar asuransi di Indonesia pun terus tumbuh dengan nilai rata-rata enam tahun terakhir sebesar 15%. Melihat hal tersebut, TMLI akan menyiapkan layanan asuransi dengan target kalangan berpenghasilan menengah ke bawah yang selama ini digarap secara maksimal.

TMLI memiliki produk yang beragam dan terus diminati masyarakat Indonesia. Setidaknya ada delapan fungsi keuangan yang dilakukan setiap orang, yakni untuk pendidikan, investasi, memilih investasi, kesehatan, pensiun, warisan, kelangsungan bisnis, dan pengganti pendapatan.

“ TMLI akan memiliki semua layanan tersebut untuk menjangkau fungsi keuangan masyarakat,” ungkap dia