Tokio Marine Bidik Kalangan Kelas Bawah

NERACA

Hampir semua pelaku industri mengakui bahwa selama ini asuransi terlampau fokus melayani kebutuhan nasabah kelas menengah ke atas. Lihat saja produk-produknya yang masih dianggap mahal oleh sebagian besar konsumen. Belum lagi dengan mendominasinya produk paduan proteksi dan investasi (unitlink) yang kebanyakan diperuntukkan bagi kalangan kelas menengah.

Direktur Utama PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI), David J Beynon selama ini sasaran perusahaan asuransi masih berkisar di kalangan kelas menengah dengan penghasilan setidaknya Rp3 juta per bulan.

"Penduduk kelas menengah di Indonesia berkisar 50 juta orang. TMLI pun mempunyai produk yang menyasar ke kelas menengah tersebut. Sedangkan untuk kalangan berpenghasilan menengah ke bawah, jumlahnya jauh lebih banyak. Diperkirakan jumlahnya mencapai 120 juta orang," kata dia.

Lebih lanjut David mengatakan, ada pangsa pasar asuransi yang sangat besar di Indonesia. Pasar asuransi di Indonesia pun terus tumbuh dengan nilai rata-rata enam tahun terakhir sebesar 15%. Melihat hal tersebut, TMLI akan menyiapkan layanan asuransi dengan target kalangan berpenghasilan menengah ke bawah yang selama ini digarap secara maksimal.

TMLI memiliki produk yang beragam dan terus diminati masyarakat Indonesia. Setidaknya ada delapan fungsi keuangan yang dilakukan setiap orang, yakni untuk pendidikan, investasi, memilih investasi, kesehatan, pensiun, warisan, kelangsungan bisnis, dan pengganti pendapatan.

“ TMLI akan memiliki semua layanan tersebut untuk menjangkau fungsi keuangan masyarakat,” ungkap dia

BERITA TERKAIT

Sky Energy Bidik Pendapatan Rp 539 Miliar - Lepas 203 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Sky Energy Indonesia Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp539 miliar dan Rp627 miliar pada tahun…

Borneo Sarana Bidik Pendapatan US$ 60 Juta - Genjot Produksi 800 Ribu Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) langsung menggenjot produksi…

BEI Denpasar Bidik Masyarakat Desa

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Denpasar, Bali gencar menyasar masyarakat perdesaan untuk mengenalkan dan mengedukasi pasar modal agar literasi…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…