Indonesia Eximbank Terbitkan Obligasi Rp 24 Triliun - Jelang Pemilu, Pasar Obligasi Panen

NERACA

Jakarta – Jelang menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) rupanya bukan menjadi sesuatu yang dikhawatirkan bagi pelaku pasar untuk menerbitkan obligasi. Malah sebaliknya, kondisi ini diyakini momentum tepat dan tidak heran ada beberapa korporasi yang merilis obligasi baru. Salah satunya, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank yang bakal menerbitkan obligasi senilai Rp24 triliun untuk jangka waktu tiga tahun.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank I Made Gede Erata mengatakan, mulai tahun ini hingga dua tahun ke depan perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp24 triliun,”Mulai tahun ini. Setiap tahun kita menargetkan Rp8 triliun,”ujarnya di Jakarta, Rabu (5/3).

Untuk aksi korporasi tersebut, perseroan telah menunjuk empat penjamin emisi, yakni PT Standard Chartered Securities Indonesia, Indo Premier Securities, CIMB Securities Indonesia dan HSBC Securities Indonesia.

Dia menjelaskan, pihaknya membutuhkan dana cukup besar untuk ekspansi pembiayaan dalam dan luar negeri. Apalagi, perseroan tidak diperbolehkan mencari dana melalui pihak ketiga, sehingga harus mencari sumber pendanaan lainnya agar bisa mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan pembiayaan dikisaran 15-20% dari total aset pada 2013 yang mencapai Rp46,473 triliun. Ada beberapa proyek yang telah masuk pipeline, seperti pembuatan pesawat Dirgantara Indonesia untuk pesanan dari Taiwan dan pengerjaan kendaraan militer Anoa milik PT Pindad.

Kata Erata, optimisme Indonesia Eximbank itu dilatarbelakangi harga-harga komoditas cenderung bergerak naik sejak awal 2014,”Pembangunan konstruksi untuk infrastruktur ekspor kita makin bagus selain pembangunan konstruksi kita di luar negeri yang juga makin bagus," katanya.

Indonesia Eximbank lebih mengandalkan pembiayaan konstruksi karena pertumbuhan industri konstruksi akan mendorong penggunaan tenaga kerja Indonesia selain produk-produk lain turunan konstruksi. Dari sisi aset, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia akan mendapatkan suntikan modal dari pemerintah sebesar Rp1 triliun pada akhir 2014 yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014.

Sementara di sisi bunga, Erata mengatakan, Indonesia Eximbank belum berencana mengubah suku bunga sebesar 9,25% untuk rupiah dan 5,6% untuk valuta asing. Managing Director Indonesia Eximbank Basuki Setyadjid menambahkan, obligasi yang akan diterbitkan berjenis obligasi korporasi dan ritel. Sistem penerbitannya akan mencontoh cara pemerintah menerbitkan obligasi ritel (ORI) dan Surat Utang Negara (SUN),“Kemungkinan untuk ritel memiliki minimal pemesanan Rp1 juta. Sedangkan korporasi sekitar Rp1 miliar, tapi belum final,” jelas dia.

Dia mengaku, sistem tersebut dipilih untuk diversifikasi investasi. Apalagi pihaknya sudah melakukan test pasar kepada nasabah prioritas di sejumlah bank,”Ternyata responnya positif. Bahkan pihaknya optimis setiap semester bisa menerbitkan obligasi ritel Rp500 miliar dan sisanya adalah obligasi korporasi,” tandas dia.

Asal tahu saja, sebelumnya ada PT Indofood Sukses makmur Tbk (INDF) yang memilih alternatif pembiayaan melalui penerbitan obligasi. Manajemen perseroan mengaku tengah mematangkan rencananya untuk melakukan penawaran umum obligasi dalam bentuk rupiah. Hal yang sama juga dilakukan PT Multipolar Tbk (MLPL) melalui anak usahanya, Pacific Emerald Pte. Ltd (Pacific Emerald) akan menerbitan obligasi senilai US$30 juta. Aksi korporasi ini antara lain dilakukan untuk refinancing sekaligus mendukung kegiatan bisnis perseroan. (bani)

Related posts