PNM Dorong UMK Rambah Bisnis E-Commerce

Kamis, 06/03/2014

NERACA

Tasikmalaya - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mendorong usaha mikro dan kecil (UMK) merambah bisnis online atau e-commerce agar mampu bersaing di tengah perkembangan sistem ekonomi digital.

Pemimpin PNM Cabang Tasikmalaya, Tirta Prasetia mengatakan perkembangan dunia maya, yang berbasiskan teknologi internet, telah menjadikan bisnis online atau e-commerce sebagai fenomena saat ini. Pertumbuhannya begitu pesat dan membuat persaingan bisnis di segala lini menjadi begitu ketat.

“Bisnis e-commerce ini bisa menjadi peluang bagi pengusaha yang melek teknologi, tetapi sebaliknya bisa jadi bumerang bagi pebisnis yang gagap teknologi,” kata dia di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (5/3).

Menurut dia, cukup banyak pelaku usaha di Tanah Air yang telah mengadopsi konsep e-commerce dalam menjalankan bisnisnya. Namun, lebih banyak lagi yang belum memahami paradigma system ekonomi digital tersebut, di mana mayoritas adalah pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

“Karenanya agar UMK tidak hanya menjadi pelengkap atau penonton dari booming e-commerce, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) aktif melakukan pelatihan dan pengenalan konsep bisnis online kepada para pelaku UMK nasabah ULaMM,” tutur Tirta.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro I PNM, M. Lukman Rizal menuturkan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi digital, pola kehidupan masyarakat turut mengalami perkembangan. Teknologi saat ini telah memanjakan manusia dan menciptakan gaya hidup yang menuntut segala sesuatunya serba cepat dan praktis.

“Untuk itu PNM mendorong nasabah ULaMM untuk melakukan transformasi, dari bisnis offline menuju bisnis online atau e-commerce,” kata Lukman.

Pada era globalisasi saat ini, kata Lukman, kompetisi usaha begitu ketat dan menuntut inovasi strategi dari para pelakunya. Tuntutan teknologi ini jangan dijadikan beban, tetapi harus dilihat sebagai peluang bisnis untuk tumbuh dan berkembang.

“Kami melihat bisnis e-commerce tumbuh pesat di Indonesia, nasabah ULaMM harus bisa menangkap peluang itu,” ujar dia.

Setelah sukses dengan serangkaian pelatihan bisnis online di sejumlah kota, PNM secara serempak kembali melakukan program PKU serupa di Ciamis dan Ciawi, Jawa Barat. Tokoh pebisnis lokal setempat, Subhan Fajri dan Agus Samsul Bassar, didaulat oleh PNM untuk memberikan materi kepada sekitar 150 nasabah ULaMM.

Sebagai informasi, operasional bisnis Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) PNM di Ciawi dan Ciamis saat ini berada di bawah kendali PNM Cabang Tasikmalaya. Total ada 19 gerai ULaMM yang menyokong kinerja PNM Cabang Tasikmalaya dalam menyalurkan pembiayaan mikro dan memberikan pendampingan usaha.

Sejak awal beroperasi hingga Februari 2014, total pembiayaan mikro yang telah disalurkan PNM Cabang Tasikmalaya mencapai Rp404,3 miliar. Pembiayaan tersebut telah dimanfaatkan oleh 7.551 pelaku UMK, yang tersebar di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Sepanjang 2013, PNM aktif memperluas jaringan dengan menambah 100 unit ULaMM, 22 kluster, 3 kantor cabang pembantu serta meningkatkan status 4 kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang. Dengan demikian, saat ini PNM memiliki 705 jaringan layanan, yang terdiri dari 26 cabang, 4 cabang pembantu, 97 klaster dan 577 unit ULaMM, yang menjangkau 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia.

Selaras dengan ekspansi bisnis, penyaluran pembiayaan PNM juga turut mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Tercatat total dana yang telah disalurkan PNM sejak berdiri hingga Desember 2013 mencapai Rp16,97 triliun, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM. [mohar]