Edukasi Finansial Sejak Dini

Bank Ekonomi Luncurkan Program Mempelajari Diri Sendiri

Sabtu, 08/03/2014

Membantu orang-orang muda untuk memahami masalah-masalah keuangan adalah sesuatu hal penting, karena generasi muda akan menghadapi produk dan jasa keuangan yang cenderung semakin kompleks

NERACA

Demi masa depan yang baik, pengetahuan mengenai bagaimana mengelola keuangan harus diberikan sejak dini. Sayangnya, orang tua yang diharapkan bisa memberikan pengetahuan tentang keuangan kepada anaknya, justru masih jarang membicarakan hal tersebut kepada mereka.

Hal ini disokong kenyataan bahwa sejak kecil, anak tidak dibekali dengan pemahaman finansial yang cukup tentang bagaimana mengelola uang, menghasilkan uang, membelanjakan uang, investasi,dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian dari National CPA Financial Literacy Commission, 30% orang tua mengaku mereka tidak pernah atau jarang membicarakan perihal uang bersama anak-anaknya. Hanya 13% orang tua membicarakan masalah keuangan sehari-hari. Namun, 67% orang tua merasa mereka punya ilmu tentang keuangan sehingga bisa mengajari anak-anaknya tentang menabung.

Padahal, kecerdasan finansial atau melek finansial adalah merupakan keterampilan dari inti kehidupan untuk berpartisipasi dalam masyarakat modern, diamana anak-anak tumbuh di dunia yang semakin kompleks, yang pada akhirnya mereka perlu untuk mengambil alih masa depan finansial mereka sendiri.

Ya, membantu orang-orang muda untuk memahami masalah-masalah keuangan adalah sesuatu hal penting, karena generasi muda akan menghadapi produk dan jasa keuangan yang cenderung semakin kompleks. Mereka juga cenderung harus menanggung lebih banyak risiko keuangan di masa dewasa daripada orangtua mereka, terutama dalam tabungan, perencanaan pensiun dan menutupi kebutuhan perawatan kesehatan mereka.

Menanggapi fenomena masih rendahnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pengelolaan keuangan dari usia dini, sekarang ini sudah banyak lembaga perbankan yang menciptakan program untuk membuat anak-anak ‘melek’ dunia keuangan. Salah satunya adalah Bank Ekonomi yang bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia melalui program Memelajari Diri Sendiri yang baru diluncurkan baru-baru ini.

Program yang ditujukan bagi siswa kelas 4 SD di Surabaya dan Sidoarjo ini bertujuan untuk mengajari anak pentingnya uang dan menabung melalui cara yang bisa dimengerti anak. Misalnya, mengajarkan anak untuk menabung demi membeli mainan daripada langsung membelikannya.

“Banyak cara yang dapat ditempuh untuk membangun budaya melek finansial. Di Bank Ekonomi, kami yakin bahwa kesadaran akan pemahaman, penelitian, dan pendidikan mengenai risiko dan manajemen keuangan harus dimulai sejak dini, dan kami terlibat langsung dalam mewujudkannya,” ujar Jeffrey Cheung, Direktur Operasional Bank Ekonomi.

Dia mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, Bank Ekonomi memiliki karyawan yang mampu menjadi mentor dan mengerti mengenai keuangan.

“Untuk itu, kami memberdayakan karyawan secara sukarela untuk turut berpartisipasi dalam program melek keuangan kepada para siswa, seperti yang kami lakukan di SD Nation Star Academy, Surabaya,” tambah dia.

Kelola Keuangan di Kehidupan Nyata

Pentingnya dan berpengaruhnya uang dalam kehidupan manusia, membuat tata kelola keuangan perlu dilakukan untuk memperkuat ekonomi. Oleh karena itu, pendidikan keuangan dapat meningkatkan pemahaman dasar mengenai topik-topik keuangan seperti menabung, belanja, investasi dan perencanaan keuangan.

Dengan begitu ketika para remaja ini tumbuh dewasa, mereka akan lebih familiar dengan topik-topik ini dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman keuangan yang baik, mereka akan mampu membuat keputusan keuangan dengan baik.

Studi menunjukkan pendidikan melek finansial yang berkualitas dapat membuat siswa lebih termotivasi untuk mempersiapkan sejak dini, kehidupan masa depan yang terencana. Pengaplikasian ilmu melek finansial yang teradaptasi dengan kurikulum tempat siswa belajar juga memberikan kesempatan bagi siswa mengenal pembelajaran pengelolaan keuangan di kehidupan nyata.

Dalam kesempatan yang sama, Robert Gardiner, Executive Director Prestasi Junior Indonesia mengatakan bahwa ini adalah kesempatan fantastis untuk memberikan pendidikan kewirausahaan kepada anak-anak berumur 6 tahun.

“Ini adalah investasi yang benar-benar patut dihargai untuk generasi muda Indonesia,” ucap Robert.

Dia pun memberikan apresiasi Bank Ekonomi dan relawan bisnis yang memahami pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk sukses dalam ekonomi global dan mendukung program pendidikan yang inovatif ini di SD yang terpilih dengan memberikan sumber daya pendidikan dan peluang menjadi relawan.