Membuat Taman Vertikal

Solusi Penghijauan Lahan Terbatas

Sabtu, 08/03/2014

Taman pada sebuah hunian memang tidak hanya menambah keindahan sebuah hunian saja, taman juga memberikan suasana yang sejuk dan menyegarkan. Namun permasalahannya ialah pada lahan, lahan yang terbatas terkadang membuat kita tidak terpikirkan untuk membuat sebuah taman. Taman vertikal bisa menjadi pilihan yang menarik. Untuk menciptakan taman vertical cukuplah mudah, kita hanya perlu mencermati jenis tanaman agar sesuai dengan kondisi lingkungan serta keindahan yang kita harapkan.

Taman vertikal saat ini memang sedang banyak dipilih sebagai penghijauan disekitar hunian, selain memerlukan lahan yang terbatas, Taman vertikal ini juga mempercantik hunian . Terutama pada rumah yang berada pada lahan yang sempit, sehingga tidak memungkin untuk membuat taman yang luas di halaman. Salah satu ornamen penting yang harus diperhatikan ketika akan membuat taman vertikal adalah jenis tanaman yang dipakai.

Beberapa tanaman yang bisa digunakan seperti Kuping gajah (Anthurium crystalinum),tanaman ini memiliki ciri daun berbentuk hati dengan urat daun putih keperakan. Kuping gajah ada yang berhelai besar (jenis lama) dan berhelai kecil (jenis baru). Jenis daun kecil kerap digunakan untuk taman vertikal.

Kucai,kucai merupakan jenis bawang-bawangan terkecil dari famili Alliaceae. Tanaman umbi-umbian setinggi 30 - 50 sentimeter dan lebar 1 sentimeter, dengan daun berbentuk tabung hampa sekitar 50 sentimeter ini memiliki tekstur lembut. Bunga dari Kucai berwarna pucat ungu, berbentuk bintang dengan enam kelopak bunga lebar.

Lili paris (Chlorophytum comosum),daun tanaman ini panjang dengan garis putih kekuningan. Biasanya digunakan untuk tanaman border atau pot gantung. Lili paris tahan terhdap matahari langsung dan tumbuh optimal di tempat yang ternaungi. Neoregelia,marga ini kerap dinamakan dengan bromelia. Padahal bromelia adalah nama keluarga dari banyak genus tanaman. Neoregelia yang umum digunakan di taman vertikal antara lain jenis Neoregelia olens dengan daun merah polus berujung rata, lalu Neoregelia carolinae dengan corak daun bergaris.

Singonium,tumbuhan perdu dengan tinggi tak lebih dari 30 sentimeter ini memiliki daun berbentuk hati dengan warna daun campuran antara putih dan hijau. Tanaman ini gampang tumbuh asalkan cukup air. Kadaka (Asplenium scolopendrium),tanaman ini hampir sama dengan Paku sarang burung, hanya jenis daunnya lebih kecil. Pinggirnya bergelombang berwarna hijau muda. Sirih Merah,jenis tanaman ini menyenangi tempat teduh, tumbuhnya menjalar dengan batang berbuku, daunnya berwarna merah dengan garis perak. Sebagai tanaman pengisi taman vertikal, Sirih Merah tampil dengan warna merahnya.