Kinerja Reksa Dana Saham Lampaui IHSG

Rabu, 05/03/2014

NERACA

Jakarta –Seiring maraknya musim laporan keuangan emiten tahun 2013, kondisi ini memicu pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ikut tumbuh positif dan hal ini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan reksa dana saham.

Oleh karena itu, analis Millenium Danatama Aset Management, Desmon Silitonga memperkirakan, Maret tahun ini, reksa dana saham masih berpeluang melampaui kinerja (IHSG). Alasannya, positifnya kinerja makro dan rilis keuangan emiten sepanjang 2013 akan menjadi katalis kinerja IHSG,”Selain itu, saham-saham middle cap (berkapitalisasi menengah) diproyeksikan bisa mecatatkan kinerja keuangan yang baik, sehingga dapat mendorong apresiasi return dalam portofolio manajer investasi,”katanya di Jakarta, Selasa (4/3).

Dia melanjutkan, naiknya pertumbuhan maupun dana kelolaan reksa dana sepanjang Februari lalu tidak terlepas dari positifnya pasar saham dan obligasi. Dirinya juga menuturkan, pasar saham sepanjag Februari lalu menunjukkan kenaikan yang dapat dilihat dari IHSG yang terus menunjukkan tren penguatan dan sempat berada di atas 4.600.

Naiknya IHSG, kata dia, turut mendorong investor untuk masuk ke reksa dana saham, di mana saat ini porsi reksa dana saham masih mendominasi total semua dana kelolaan reksa dana, “Saat ini, total dana kelolaan reksa dana saham sekitar 30 persen dari total dana kelolaan produk reksa dana,” ujarnya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana kelolaan reksa dana berbasis saham hingga akhir Februari 2014 tercatat mencapai Rp86,46 triliun atau 43,56 persen dari total dana kelolaan reksa dana. Lanjutnya, kinerja reksa dana saham masih menjadi unggulan dibandingkan dengan kinerja reksa dana lainnya.

Kata analis riset PT Infovesta Utama Vilia Wati, seiring dengan rilis indikator makro ekonomi yang cenderung membaik dan aliran dana asing yang masuk ke pasar modal domestik, kinerja pasar modal Indonesia berpotensi kembali pulih. Pasar saham yang lebih agresif berpotensi bergerak lebih cepat,”Sehingga, reksa dana saham diperkirakan dapat memberikan imbal hasil (return) yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya,” kata Vilia.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total dana kelolaan (Asset Under Manajement/AUM) reksa dana pada akhir Februari 2014 sebesar Rp198,48 triliun atau naik tipis 3,1% dibanding total AUM pada akhir Januari 2014 sebesar Rp192,69 triliun. Sedangkan jumlah unit penyertaan sedikit menurun dari 124,56 miliar menjadi 124,30 miliar.

Menurut dia, kenaikan dana kelolaan reksa dana di bulan Februari lalu diduga ditopang oleh kinerja mayoritas reksa dana yang mencatatkan kinerja positif ditopang oleh kenaikan aset dasarnya, “Meski demikian, penurunan jumlah unit penyertaan umumnya disebabkan oleh penarikan dana oleh investor salah satunya untuk profit taking, dibubarkannya beberapa reksa dana atau terdapat reksa dana yang jatuh tempo (umumnya jenis terproteksi),” papar Vilia. (bani)