Refinancing, Multipolar Terbitkan Obligasi US$30 Juta

Rabu, 05/03/2014

NERACA

Jakarta- PT Multipolar Tbk (MLPL) melalui anak usahanya, Pacific Emerald Pte. Ltd (Pacific Emerald) akan menerbitan obligasi senilai US$30 juta. Aksi korporasi ini antara lain dilakukan untuk refinancing sekaligus mendukung kegiatan bisnis perseroan. “Jumlah pokok keseluruhan obligasi Pacific Emerald sebesar US$30 juta dengan tingkat bunga 9,75%.” kata Sekretaris Perusahaan PT Multipolar Tbk, Chrysologus R.N. Sinulingga dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (4/3).

Obligasi tersebut, menurut dia, obligasi tambahan yang akan dikonsolidasikan dengan obligasi senior yang telah diterbitkan pada 25 Juli 2013 oleh Pacific Emerald berdasarkan Trust Deed 25 Juli 2013 dengan jumlah pokok US$200 juta yang akan jatuh tempo pada 2018. Rencananya, dana dari hasil penerbitan obligasi tambahan ini akan digunakan untuk membiayai keperluan umum perusahaan dan mendanai debt service reserve account, yang merupakan rekening khusus untuk keperluan pembayaran bunga enam bulanan atas nilai pokok obligasi tambahan.

Diketahui, nilai transaksi penerbitan obligasi awal beserta obligasi tambahan ini lebih dari 20% ekuitas perseroan, namun kurang dari 50% ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2013. Adapun penandatanganan untuk penerbitan obligasi tambahan ini akan dilaksanakan pada 7 Maret 2014. Sementara itu, untuk meluluskan rencana ini, Pacific Emerald telah menandatangani Subscription Agreement pada 28 Januari 2014 dengan Citigroup Global Market Singapore Pte.Ltd., Deutsche Bank AG, Singapore Branch dan Nomura, selaku joint bookrunner.

Selaku induk usaha, perseroan dan beberapa anak usahanya tercatat sebagai penjamin untuk penerbitan obligasi tersebut. Beberapa perusahaan tersebut, yaitu PT Nadya Putra Investama, PT Matahari Pacific, PT prima Wira Utama, PT Reksa Puspita Karya, PT Prima Cakrawala Sentosa, PT Prima Mentari Persada, PT Surya Asri Lestari, PT Mentari Sinar Persada, PT prima Gerbang persada, PT Gratia prima Indonesia, PT Nadya prima Indonesia, dan PT Panca Megah Utama.

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2013, MLPL mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp1,64 triliun atau tumbuh drastis 888% dibandingkan dengan laba bersih pada 2012 sebanyak Rp166,58 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya kenaikan pada pos pendapatan lainnya sebanyak Rp1,89 triliun. Dengan tumbuhnya laba bersih tersebut, laba per saham dasar naik dari Rp4 per saham menjadi Rp148 per saham.

Sementara itu, pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan 16% menjadi Rp14,67 dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya sebanyak Rp12,64 triliun. Adapun jumlah aset perseroan per 31 Desember 2013 mencapai Rp20,25 triliun atau naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp14,08 triliun. Jumlah liabilitas sebanyak Rp11,27 triliun dengan jumlah ekuitas sebanyak Rp8,97 triliun. Sepanjang tahun lalu, perseroan juga mencatatkan posisi kas dan setara kas di akhir tahun sebanyak Rp4,3 triliun naik dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak Rp2,87 triliun.

Seperti diketahui, perseroan menjalankan berbagai unit usaha bisnis melalui beberapa anak usahanya. Salah satunya, PT Multipolar Technology yang tengah menggarap bisnis penyewaan transponder di Indonesia yang sangat potensial seiring perkembangan kemajuan teknologi yang memerlukan teknologi satelit. Untuk mengembangkan bisnisnya ini Multipolar Technology mengambilalih PT Tecnoves International yang merupakan salah satu perusahaan yang sebelumnya sudah memiliki kerjasama dengan JCSAT Jepang untuk penggunaan satelit JCSAT dengan kepemilikan 12 transponder. Dengan begitu, pengambilalihan PT Tecnoves International oleh PT Multipolar Technology diharapkan akan menciptakan penawaran transponder kepada industri tersebut. (lia)