Tiga Pilar Sejahtera Bentuk Perusahaan Baru

NERACA

Jakarta- PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) melalui entitas anak, PT Balaraja Bisco Paloma secara resmi mendirikan perusahaan baru dengan nama PT Sekar Tanjung Sejahtera. Informasi ini disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Tiga Pilar Sejahtera food Tbk, Yulie Hadiwana di Jakarta, Selasa (4/2).

Dalam pengembangan usahanya sebagai produsen makanan, perseroan menargetkan dapat meningkatkan kinerja ekspor dan berekspansi secara luas di dunia internasional. "Sekarang ini ekspor kita masih single digit. Kita harapkan dalam lima tahun ke depan ekspor kita naik 10%. Targetnya, ada 10 negara yang akan kita miliki pabrik sendiri." kata CEO PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS), Joko Mogoginta.

Untuk itu, sambung dia, pihaknya akan memaksimalkan potensi di dalam negeri dan membutuhkan dukungan dari mitra yang dapat diajak kerja sama dalam jangka panjang. Karena alasan itulah pemegang saham pengendali perseroan rela mendivestasi 9,5% saham kepada firma investasi asal Amerika, Kohlerg Kravis Roberts (KKR) Asset Management LCC.

Selain itu, perseroan juga akan mendorong entitas usahanya, PT Bumiraya Investindo untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Melalui pelaksanaan IPO ini, diharapkan dapat mendukung pendanaan anak usahanya tersebut untuk melakukan pengembangan usaha.

Direktur Keuangan TPS Food, Sjambiri Lioe mengatakan, kebutuhan dana ekspansi entitas usahanya yang bergerak di bidang agrobisnis (perkebunan) terbilang cuku besar, yaitu mencapai Rp 2 triliun. Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung jika Bumiraya Investindo dapat melangsungkan IPO. Diharapkan, pelaksanaan IPO tersebut dapat direalisasikan pada April 2014. “Jika jadi IPO, kami menarget dana sebesar Rp 500 miliar,” ujarnya.

Dana dari hasil IPO, menurut dia, sepenuhnya akan digunakan untuk mengakuisisi lahan. Targetnya, pada tahun depan, total lahan Bumiraya Investindo dapat mencapai 30 ribu hektar dari total luas lahan sawit saat ini sebesar 16 ribu hektare. “Untuk akuisisi lahan, akan cari pinjaman sekitar US$ 100 juta sampai US$ 125 juta,” jelasnya.

Setelah Bumiraya Investindo menjadi perusahaan terbuka, sambung dia, porsi kepemilikan saham perseroan diperkirakan akan terdilusi hingga berada di bawah 50%. Jika rencana IPO tersebut direalisaikan, pada tahun depan pun, Bumiraya sudah tidak masuk ke dalam laporan keuangan Tiga Pilar. Selanjutnya, Tiga Pilar Sejahtera tentunya akan melakukan pemisahan atau spin off atas anak usahanya tersebut sehingga tidak mengganggu neraca keuangan Tiga Pilar Sejahtera. (lia)

BERITA TERKAIT

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…

Kemenperin Dorong Pembentukan Koperasi di Pondok Pesantren - Wirausaha Baru

Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin aktif melaksanakan berbagai program dalam upaya menumbuhkan wirausaha industri baru. Salah satu langkah strategisnya adalah…

Xiomi Resmi Rilis seri Mi 8 Dalam Tiga Varian

Xiaomi resmi merilis smartphone teranyatnya seri  Mi 8. Kali ini Xiaomi merilis tigavarian, yakni Xiaomi Mi 8, Xiaomi Mi 8…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…