Walaupun Rugi, Indosat Tambah 2.350 BTS

NERACA

Jakarta – Meskipun mencatatkan rugi bersih tahun 2013 anjlok 841,7% dari Rp 375.1 miliar menjadi Rp 2,78 triliun, namun tidak mempengaruhi PT Indosat Tbk (ISAT) untuk menganggarkan dana membeli BTS. Pasalnya, sepanjang tahun lalu, perseroan menambah sebanyak 2.350 base transceiver station (BTS).

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, dengan bertambahnya BTS, maka total BTS perseroan pada tahun lalu menjadi 24.280 BTS. Jumlah itu meningkat 10,7% dibanding 2012 sebanyak 21.930 BTS.

Total BTS tersebut terdiri atas BTS 2G sebanyak 18.871 BTS atau bertambah sekitar 8,9% dibanding tahun sebelumnya sebanyak 17.334 BTS. Sedangkan BTS 3G sebanyak 5.409 atau meningkat 17,7% dari sebelumnya 4.596 BTS. Adapun jumlah pelanggan selular perseroan hingga penghujung tahun lalu tercatat sebanyak 59,6 juta, bertambah 1,9% dibanding 2012 sebanyak 58,5 juta. Sementara average revenue per user (ARPU) selular Indosat naik 1,8% menjadi Rp27.600 dibanding sebelumnya Rp27.100.

Selain itu, average revenue per minute (ARPM) meningkay 4,6% menjadi Rp133 dibanding 2012 sebesar Rp127. Sedangkan, minute of usage (MOU) atau rata-rata percakapan telepon pelanggan 93 menit atau turun 10,9% dibanding tahun sebelumnya 104,4 menit per pelanggan.

Asal tahu saja, PT Indosat Tbk mencatatkan rugi bersih sepanjang tahun 2013 sebesar Rp2,78 triliun atau anjlok 841,7% dibanding capaian 2012, yang membukukan laba bersih senilai Rp375,1 miliar.Dijelaskan, peningkatan rugi bersih disebabkan meningkatnya beban dan melonjaknya rugi selisih kurs.

Sementara pendapatan perseroan meningkat 6,4% dari Rp22,42 triliun menjadi Rp23,86 triliun. Pendapatan tahun lalu dikontribusi dari selilar sebesar Rp19,37 triliun dan nonselular senilai Rp4,48 triliun. Sementara beban perseroan melonjak 16,2% menjadi Rp22,35 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp19,23 triliun. Akibatnya, laba usaha tergerus menjadi Rp1,51 triliun dari capaian 2012 sebesar Rp3,19 triliun.

Perusahaan telekomunikasi ini mencatat kenaikan beban lain-lain bersih sekitar 77,5% menjadi Rp4,84 triliun dari sebelumnya Rp2,73 triliun, dengan EBITDA tercatat susut 1,6% menjadi Rp10,38 triliun dari Rp10,54 triliun.

Adapun, rugi selisih kurs bersih melesat signifikan mencapai 274,3% menjadi Rp2,79 triliun dari tahun sebelumnya Rp744,6 miliar karena anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada tahun lalu. Di samping itu, perseroan mencatat pengeluaran barang modal tunai sebesar Rp9,67 triliun atau naik 67% dibanding 2012 senilai Rp5,79 triliun. Adapun, total utang naik 8,8% menjadi Rp23,93 triliun dari Rp21,99 triliun. Harga saham ISAT pada pembukaan perdagangan kemarin berada pada level Rp3.990 per saham. Angka ini turun 10 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp4.000 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Pacu Tiga Sektor Manufaktur Jepang Tambah Investasi - Penanaman Modal di Sektor Riil

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga…

Nilai Tambah dalam Ekonomi dan Industri

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Lama sudah kita menenggelamkan diri dalam persoalan ekonomi. Kegiatan dan proses…

Bisnis Angkutan Bis Lorena "Tidak Bertenaga" - Catatkan Rugi Rp 17,66 Miliar

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan raport merah. Ketatnya persaingan bisnis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…