Bank ICB Bumiputera Raih Peringkat BBB

PT Bank ICB Bumiputera Tbk (BABP) meraih peringkat BBB dengan prospek stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata analis Pefindo Danan Dito, peringkat tersebut mencerminkan pangsa pasar yang moderat dan likuiditas serta flaksibiltas finansial perusahaan yang memadai. Namun, peringkat tersebut dibatasi permodalan yang di bawah rata-rata, rasio nonperfoming loan (NPL) yang tinggi dan indikator profitabilitas yang lemah.

Sementara itu, Pefindo pada saat yang sama juga menegaskan peringkat idBBB- untuk Obligasi Wajib Konversi I/2010 BABP yang belum jatuh tempo. Sebagai informasi, PT Bank ICB Bumiputera Tbk merupakan bank menengah yang fokus pada segmen komersial, konsumer dan mikro. Per akhir Januari 2014, pemegang saham BABP adalah ICB Financial Group Holding AG sebesar 45,90%, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) sebanyak 24%, AJB Bumiputera 1912 sekitar 5,46% dan 24,64% dimiliki publik.

Tahun ini, perseroan dikabarkan akan melakukan penawaran saham terbatas atau rights issue pada semester pertama untuk memperkuat permodalan. Ditargetkan, dengan adanya penawaran ini maka dapat memperoleh suntikan dana mencapai Rp315 miliar.

Direktur ICB Bumiputera, Bambang Setiawan pernah bilang, dengan melakukan penawaran umum terbatas rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan bisa dijaga di kisaran 13%. Saat ini posisi CAR ICB Bumiputera ada di level 12,72%. (bani)

BERITA TERKAIT

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

Graha Teknologi Raih Sertifikasi PCI DSS 3.2

PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), anak usaha PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), penyedia data center di Indonesia mengumumkan keberhasilannya meraih…

64 Bank Terdampak Status Gunung Agung

  NERACA Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 64 bank umum dan bank perkreditan rakyat terdampak status awas…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…