12 Years a Slave : Masa-masa Kelam Kota New York

Sabtu, 08/03/2014

Masa kelam di New York adalah saat masa perbudakan orang kulit putih terhadap kelompok orang kulit hitam pada 1841. Di masa itu, orang berkulit hitam mayoritas diperlakukan sebagai budak dan bisa diperjualbelikan oleh orang berkulit putih. Budak-budak tersebut biasanya untuk pekerjaan kasar. Mereka kerap mendapat siksa jika membantah ataupun bekerja di bawah standar yang ditetapkan oleh majikannya.

Meskipun demikian, tidak semua orang yang berkulit hitam adalah budak. Ada beberapa yang memperoleh kebebasan penuh dan berpendidikan. Salah satunya adalah Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor). Awalnya Solomon hidup bahagia dan sejahtera bersama istri dan kedua anaknya. Dari bakatnya yang mumpuni dalam memainkan biola membuat namanya kian tersohor dan semakin jauh dari dunia perbudakan.

Tapi semua itu tiba-tiba berubah dalam sekejap saat ia bertemu dengan dua orang yang mengaku bekerja sebagai pengusaha sirkus. Keduanya ingin menggunakan jasa Solomon di bagian musik dan menjanjikan bayaran yang sangat besar. Namun kenyataannya Solomon ditipu, ia menjadi korban penculikan untuk dijual menjadi seorang budak di daerah New Orleans. Di sana jati diri Solomon diubah, namanya pun diganti menjadi Platt asal Georgia.

Dengan terpaksa ia harus menerima nama baru tersebut agar tidak mendapat siksaan yang sangat sadis. Semula Solomon ingin berpegang teguh pada pendiriannya untuk bisa bebas, tapi usahanya itu sirna karena merasa takut mati dan ingin hidup agar bisa kembali ke istri serta kedua anaknya. 12 Years a Slaveadalah sebuah film yang diadaptasi dari kisah nyata lewat novel karangan Solomon Northup.

Dengan latar belakang perbudakan, film arahanSteve McQueen ini tentunya banyak menampilkan adegan penyiksaan yang bisa membuat penonton merasa iba. Tak jarang dalam beberapa adegan, kita seakan bisa ikut merasakan sakit serta sedih dari pengalaman yang dialamo Solomon dan teman-temannya. Tidak hanya menyuguhkan jalan cerita yang kuat, film ini juga didukung dengan aksi penampilan akting memukau dari para pemainnya.

Akting yang ditampilkan oleh Chiwetel Ejifor sebagai Solomon, yang benar-benar bisa membuat penonton menghargai perjuangannya pada saat itu. Secara ekpresi dan penghayatannya, Chiwetel Ejifor bisa membawa kita ikut merasakan apa yang dialaminya pada jaman perbudakaan tersebut. Selain Chiwetel Ejifor, film ini juga diturut dibintangi oleh Dwight Henry, Bryan Batt, Benedict Cumberbatch, Paul Giamatti, Liza J Bennett, Paul Dno, Lupita Nyong'o, dan Brad Pitt.