Pendapatan Indosat Masih Unggul Dari XL

Tumbuh Tipis 6,4%

Selasa, 04/03/2014

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013 ini, kinerja keuangan emiten sektor operator seluler mampu membukukan pertumbuhan pendapatan yang cukup positif. Tengok saja, PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kenaikan pendapatan tahun 2013 sebesar 6,4% menjadi Rp23,85 triliun, dari Rp22,42 triliun pada periode yang sama 2012. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sayangnya kenaikan pendapatan tersebut tergerus dengan naiknya pengeluaran perseroan pada periode 2013 mencapai Rp22,34 triliun atau naik 16,2% dari Rp19,23 triliun pada 2012. Laba operasional perseroan pun turut tergerus menjadi Rp1,51 triliun atau turun 52,7% per Desember 2013, dari sebelumnya Rp3,19 triliun.

Selain itu, perseroan juga mencatat rugi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS. Per 2012, rugi tersebut mencapai Rp744,6 miliar dan meningkat 274,3% menjadi rugi Rp2,79 triliun per Desember 2013. Sehingga per Desember 2013, perseroan membukukan rugi bersih yang harus diatribusikan pada entitas induk sebesar Rp2,78 triliun atau anjlok signifikan sebesar 841,7% dari laba bersih yang tercatat per Desember 2013 sebesar Rp375,1 miliar.

Sementara total utang perseroan yang tercatat dalam pembukuan per Desember 2013 naik tipis 8,8% menjadi Rp23,93 triliun dari Rp21,99 triliun per Desember 2012. Per Desember 2013, Indosat memiliki jumlah pelanggan sebanyak 59,6 miliar atau naik 1,9% dari 58,5 miliar per Desember 2012.

Sementara kompetitornya, PT XL Axiata Tbk sepanjang 2013 membukukan pendapatan stabil di angka Rp21,4 triliun. Pendapatan itu didorong penetrasi data yang kuat dengan kenaikan pendapatan layanan data sebesar 16 persen dari tahun lalu.

Adapun pendapatan non-percakapan memberikan kontribusi sebesar 54% dari total penggunaan pendapatan atau meningkat dari 50%. Kata Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi, tahun 2013 sebagai tahun tantangan akibat pelemahan posisi XL di pasar dari kompetitor.

Namun, XL sanggup menstabilkan dan membawa perubahan arah perusahaan dan berlanjut dengan pencapaian pertumbuhan operasional selama 2013,”Layanan data kembali menjadi layanan dengan tingkat pertumbuhan tercepat dan menjadi kunci dengan kontribusi sebesar 23% dari total pemakaian pendapatan dibandingkan 20% dari tahun lalu," ujarnya.

Selain itu traffic data juga tumbuh 142%, dengan total pelanggan data mencapai 33 juta pelanggan atau sekitar 54% dari total pelanggan XL. Tidak hanya itu, untuk meningkatkan pelayanan, perseroan juga kembali berupaya meningkatkan jaringan melalui modernisasi jaringan 2G dan 3G di mayoritas wilayah diseluruh Indonesia, dimana modernisasi ini akan memberikan kecepatan jaringan yang lebih baik, kapasitas dan efisiensi energi.

Tahun ini, XL kembali berupaya menyiapkan yang terbaik kepada pelanggan dengan menyediakan layanan telekomunikasi selular terbaik terutama di data. Melalui kerjasama dengan Google, XL menawarkan Rumah Android untuk pengguna Android. Selain itu, XL meluncurkan XL BEBAS dengan tujuan meningkatkan layanan data yang terjangkau dan dapat menarik pengguna layanan data baru. (bani)