Jelang Pemilu, Cermati Kinerja Saham Konsumer

NERACA

Jakarta- Ditengah beberapa sektor yang mengalami pelemahan, sektor konsumer menjadi pilihan investor dan trader untuk mengambil keuntungan. Indeks konsumer pada sepekan kemarin tercatat berhasil mengalami kenaikan tipis sebesar 0,56%. Meski demikian, pelaku pasar dinilai juga perlu mencermati perkembangan kinerja di sektor tersebut.

Tercatat, depresiasinya rupiah menyebabkan margin laba emiten yang bergerak di sektor ini menipis. Sebut saja, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibanding 2012 lalu. Pihaknya mencatat, penjualan bersih (unaudit) sepanjang 2013 sebesar Rp16,01 triliun atau naik 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp13,64 triliun. Sementara marjin laba kotor terhadap penjualan bersih tercatat stabil dibandingkan tahun sebelumnya pada level 47,9%.

Adapun laba usaha bertumbuh sebesar 14,6%, dan rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada 2013 menurun menjadi 15,9% dari 16,3% di 2012. “Pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan laba usaha terutama disebabkan oleh dampak depresiasi kurs rupiah,” kata Direktur Keuangan, Vidjongtius.

Emiten lainnya yang bergerak di sektor ini, yaitu grup Unilever. Unilever melaporkan laba sebelum pajaknya mencapai 7,1 miliar euro atau naik 9%. Namun, penjualan Unilever turun 3% menjadi 49,8 miliar euro akibat tingginya level nilai tukar mata uang. Padahal, penjualan pada pasar berkembang tumbuh 8,4% lebih baik dari kenaikan 5,9% selama kuartal ketiga. Adapun penjualan di pasar Eropa secara keseluruhan berada pada posisi stabil.

Sementara itu, produsen makanan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga September 2013 mencatatkan penurunan laba sebesar 24,6% menjadi Rp 1,92 triliun dari Rp 2,55 triliun yang juga disebut sebut akibat kerugian dari selisih kurs. Marjin laba bersih menurun menjadi 4,7% dari 6,8%. Adapunpenjualan neto konsolidasi sebesar Rp 41,28 atau tumbuh 10,5% dari Rp 37,36 triliun pada periode yang saham ditahun lalu.

Meski demikian, meningkatnya pertumbuhan kelas menengah di Indonesia dan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) dinilai akan memberikan dampak positif terhadap consumer spending seiring dengan meningkatnya perputaran uang pada momen tersebut. Diperkirakan, konsumsi masyarakat akan cenderung meningkat pada kuartal pertama tahun pemilu, dengan peningkatan permintaan sekitar 0,2-0,3%.

Sekadar tambahan infromasi, sepanjang tahun kemarin, sektor konsumer mencatatkan peningkatan yang tertinggi sebesar 18,82%. Di sisi lain, dari perhitungan kinerja Indeks pada akhir tahun 2013, beberapa valuasinya dinilai sudah sangat tinggi. Seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang rasio harga sahamnya sudah 40 kali dan pertumbuhan EPS 14,6%. Sementara PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan PE Ratio 35,5 kali dan pertumbuhan EPS 20,8%, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang masing-masing memiliki rasio harga 26 kali dan 23 kali. (lia)

BERITA TERKAIT

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

JMA Syariah Tetapkan IPO Rp 140 Per Saham

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) telah menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana mereka. Harga…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…