Selama Sepekan, Indeks Masih Cenderung Koreksi

NERACA

Jakarta- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung masih mengalami koreksi. Tercatat, pada sepekan kemarin IHSG mengalami pelemahan sebanyak 25,95 poin, atau minus 0,56% dibandingkan pekan sebelumnya yang mengalami kenaikan 41,38 poin, atau sebesar 0,93%. Pelemahan dipimpin indeks IDX30, yang mengalami koreksi sebesar 1,19%, dan diikuti indeks LQ45 dan MBX yang masing-masing minus 1,05% dan 0,71%.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, meski dalam dua hari terakhir di pekan kemarin IHSG berada di zona hijau, namun belum dapat mengimbangi pelemahan yang terjadi dalam perdagangan tiga hari sebelumnya. Hal ini lantaran berbagai macam sentimen, terutama sentimen dari penilaian sebagian pelaku pasar terhadap posisi IHSG yang dinilai sudah overbought. “Sehingga banyak yang memanfaatkannya untuk profit taking.” katanya di Jakarta, kemarin.

Sepanjang pekan kemarin, investor asing tercatat melakukan nett buy sebesar Rp 1,131 triliun atau lebih rendah dari pekan sebelumnya senilai Rp3,63 triliun. Dengan begitu, secara yeart to date posisi asing melakukan nett buy sebesar Rp10,23 triliun melanjutkan nett buy sebelumnya senilai Rp9,1 triliun.

Aksi jual yang terjadi, menurut dia, banyak dari saham-saham big cap. Laju IHSG pun masih cenderung melemah karena masih tingginya hasrat untuk melakukan aksi jual tersebut. Bahkan beberapa rilis kinerja keuangan emiten yang dinilai masih inline dengan pasar seolah tidak mampu mengimbangi hasrat untuk angkat jemuran tersebut. “Bagusnya, dengan pelemahan tersebut utang gap 4598-4613 terlunasi.” ujarnya.

Diperkirakan pekan depan, IHSG akan berada pada rentang support 4515-4585 dan resistance di level 4644-4687. Pola IHSG membentuk menyerupai hammer dekati upper bollinger bands. MACD masih uptrend dengan histogram positif yang naik tipis. RSI, William's %R, dan Stochastic masih uptrend terbatas. “Laju IHSG berhasil melampaui kisaran target resisten 4521-4530. Potensi yang baik untuk melanjutkan kenaikan, namun beberapa indikator mulai menunjukkan terbatasnya penguatan tersebut sehingga rawan dimanfaatkan untuk profit taking.” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung Reza, sentimen yang ada, terutama dari rilis data-data makroekonomi dalam negeri di pekan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan IHSG untuk bertahan positif agar tidak mengubah arah IHSG menjadi downtrend. Beberapa saham yang direkomendasikan Reza antara lain LSIP, CPIN, AUTO, ADRO, EXCL, SIMP, ARNA, ASII, ELSA, PTBA, dan ICBP.

Beberapa data ekonomi yang akan menjadi perhatian sentimen dari beberapa negara di Asia antara lain HSBC manufacturing PMI, balance of trade, inflation rate Indonesia, AIG manufacturing index, GDP growth rate, & building permits Australia, GDP & industrial production & BoJ Interest rate decision Jepang, dan Non manufacturing PMI, HSBC service PMI, & HSBC manufacturing PMI China.

Selain itu, perlu juga diperhatikan balance of trade, inflation rate, & HSBC manufacturing PMI Korea Selatan, Markit manufacturing PMI Jerman, Markit manufacturing PMI, retail sales, & markit services PMI Zona Euro, Markit manufacturing PMI, construction PMI, & mortgage lending Inggris, Markit manufacturing PMI & retail sales Perancis, Markit manufacturing PMI & markit services PMI Italia, Markit manufacturing PMI Spanyol, dan PCE price index, personal spending, personal income, construction spending, ISM manufacturing PMI, chain store sales, redbook, ISM non manufacturing PMI, markit manufacturing PMI Amerika Serikat. (lia)

Related posts