RI Salah Satu Produsen Konverter Kit Terbaik Dunia

Selasa, 04/03/2014

NERACA

Jakarta - Di tengah memudarnya program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) dalam setahun terakhir, Indonesia ternyata memiliki perusahaan yang tercatat sebagai salah satu penghasil konvertir kit berkualitas terbaik di dunia.

Konvertir kit merupakan komponen tambahan dalam kendaraan yang berfungsi sebagai pengubah konsumsi bahan bakar. Sebuah mobil yang memilik konverter kit bisa memilih BBM atau BBG sebagai bahan bakarnya.

Penasihat PT Digas Indonesia, Gembong Primadjaja mengklaim perusahaannya merupakan satu diantara enam produsen di dunia yang mampu memproduksi tabung konverter kit tipe empat. "Kan ada enam, salah satunya di Indonesia. Dari Bandung, dari PT DI," ujarnya di Jakarta, Senin (3/3).

Sebagai informasi konverter kita selama ini terbagi kedalam empat jenis sesuai dengan kemampuan dan kehandalannya. Konverter kit tipe pertama dibuat seluruhnya dari dari bahan metal. Sementara tipe kedua dibuat dengan spesifikasi bagian tengah tabung yang dilapisi bagian komposit.

Sementara konverter kit tipe tiga terbuat dari metal seluruhnya dan dilapisi dengan komposit. terakhir, konverter kit tipe keempat dibuat seluruhnya dari komposit tanpa campuran metal.

Gadung menjelaskan, dari empat model konverter kit tersebut, tipe keempat diklaim memiliki keunggulan teknologi leak before break. Dengan teknologi tersebut, tabung empat tidak memiliki efek ledakan ketika terjadi tabrakan.

Selain Indonesia, produsen konverter kit tipe empat berasal dari Amerika, Eropa dan Korea. Menurut Gadung, dengan keunggulannya tersebut, konverter kit tipe keempat umumnya dijual dengan harga relatif mahal. Bahkan harga tabung tipe empat sama dengan dua kali lebih mahal daripada tipe satu.

Dengan adanya produsen lokal yang mampu memproduksi pengubah bahan bakar tersebut, Gadung berharap harga jual konverter kit ini bisa menjadi lebih murah.

amun diakuinya, PT Digas Indonesia masih harus mengimpor bahan baku karbon dari luar negeri untuk memproduksi tipe keempat konverter kit. Karbon tersebut didatangkan dari Jepang karena alasan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku.

"20 sampai 30% impor Jepang. Jepang lebih soft untuk memberikan karbonnya ke kita. Lainnya kan takut untuk jadi rudal dan peluru kendali" kata dia.

Di tempat yang sama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan bekerja sama dengan PT DIGAS Indonesia dalam rangka percepatan konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).“Kerja sama dengan PT Digas berupa pembuatan tabung converter kit tipe 4 buatan lokal yang digunakan untuk mobil di seluruh Indonesia. Ada tipe 1, 2, 3, 4, kalau tipe 1 besi penuh, kalau tipe 4 itu dari komposite penuh,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin, Budi Darmadi.

Pembuatan tabung, menurut Budi, bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mengonversi BBM ke BBG dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) untuk industri otomotif Indonesia.

“Indonesia akan menuju ke arah banyak pemakaian CNG khususnya sektor otomotif. Pemerintah berupaya memberdayakan produk dalam negeri untuk memproduksi tabung gas untuk converter kit,” paparnya.