BRI Raih Laba Rp6,79 T di Semester I-2011

Senin, 01/08/2011

Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat laba bersih Rp6,79 triliun di semester I-2011 atau meningkat 57,14% dari pencapaian laba pada periode yang sama di 2010 yang sebesar Rp4,32 triliun. Pertumbuhan laba didukung oleh pendapatan bunga bersih yang tercatat Rp16,6 triliun atau tumbuh 23% dari periode sebelumnya di 2010 yang sebesar Rp13,5 triliun.BRI juga mencatat pertumbuhan kredit di semester I-2011 sebesar Rp265,82 triliun yang meningkat Rp39,58 triliun atau tumbuh 17,49% dibanding periode yang sama di 2010 yang mencapai Rp226,24 triliun.

"Dengan demikian Bank BRI berhasil mempertahankan predikat sebagai bank dengan pencapaian laba terbesar di Indonesia sejak tahun 2005," ungkap Direktur Bisnis dan Kelembagaan BRI Asmawi Syam di Jakarta, Jumat.

Pertumbuhan kredit BRI tetap terjaga dengan tingkat Rasio Kredit Bermasalah (NPL) yang berada di level 1,02%. Pertumbuhan kredit ini dipimpin oleh pertumbuhan kredit mikro yang tingkat pertumbuhannya mencapai 35,39%, dari Rp62,02 triliun hingga Juni 2010 menjadi Rp83,97 triliun Juni 2011.

Sampai dengan akhir Juni 2011, Bank BRI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat dengan total kredit Rp31,39 triliun kepada lebih dari 4,58 juta debitur, dengan outstanding KUR BRI pada semester I-2011 2011 sebesar Rp13,20 triliun dan total debitur 1,82 juta orang.

Dari sisi pendanaan, BRI berhasil meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi sebesar Rp294,63 triliun pada posisi akhir Juni 2011 atau meningkat 15,06% dari periode yang sama tahun 2010 yakni sebesar Rp256,05 triliun.

Dengan pertumbuhan kredit dan pertumbuhan DPK tersebut, Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI pada akhir Juni 2011 mencapai 90,22% atau meningkat dari posisi akhir Juni 2010 yang sebesar 88,36%.

Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni optimistis kredit masih akan tumbuh 22% hingga akhir 2011. "Kredit keseluruhan bisa tumbuh 20-22% khusus untuk Mikro 35%, Konsumer 22% dan SME 15%, tuturnya.

Baiquni juga mengatakan, selain dari ekspansi kredit yang berkualitas, pertumbuhan laba Bank BRI juga didukung oleh pertumbuhan fee based income yang mencapai 30% year on year. "Fee based income dari Rp1,9 triliun menjadi Rp2,6 triliun di semester I-2011," katanya.

Rasio Kecukupan Modal (CAR) BRI sendiri tercatat 14,79%. Marjin Bunga Bersih (NIM) BRI sendiri tercatat mencapai 9,88%.

Optimis Target 2011

Selain itu, BRI juga mentargetkan perolehan laba bersih di 2011 hingga Rp14 triliun. BRI optimistis dapat mengejar target laba tersebut dengan ditopang dari pertumbuhan kredit. "Kita targetkan laba tumbuh Rp14 triliun sampai akhir 2011," ujar Baiquni.

Dijelaskan Baiquni, sampai akhir tahun pertumbuhan kredit rata-rata bisa di atas kredit pasar sebesar 24%. Menurutnya rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) meskipun akan tergerus dari posisi sebesar 14,7% pada Juni 2011 namun masih bisa sebagai bantalan untuk ekspansi lebih luas. "Akan tetapi kami proyeksikan CAR sampai akhir tahun akan tetap di level itu, dengan mentargetkan kenaikan laba bersih," tutur Achmad.

Direktur Komersil Bank BRI Sulaiman Arif Ariyanto menjelaskan pada sisa semester dua tahun ini porsi kredit kredit komersil dan ritel turun dipatok tumbuh 15%, begitu juga dengan kredit Small and Medium Enterprise (SME) juga tumbuh 15%. "Kredit tetap tumbuh namun rasio kredit macet tetap akan terjaga ke depan," jelasnya.

Sementara dalam menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2011 BRI akan menyiapkan uang tunai sebesar Rp15,57 triliun. "Proyeksi kebutuhan kas BRI selama Lebaran tahun 2011, di H-7 sampai dengan H+7 diperkirakan sebesar Rp 15,57 triliun," ungkap Corporate Secretary BRI Muhamad Ali.

Menurut Ali, dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak Rp 5,67 triliun akan disebar di 405 kantor cabang BRI di seluruh Indonesia, sementara sebanyak Rp 9,9 triliun disebar di 6.600 unit jaringan mesin ATM BRI.