IHSG Bergerak Konsolidasi Menunggu Data Inflasi

NERACA

Jakarta – Akhir pekan kemarin, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diramaikan aksi beli oleh investor. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 20,96 poin atau 0,46% ke posisi 4.589,89. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 11,46 poin (1,50%) ke level 776,69.

Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, pelaku pasar asing kembali mencatatkan beli bersih pada akhir pekan sehingga indeks BEI kembali melanjutkan penguatan,”Tercatat investor asing membukukan beli bersih (net buy) saham sebesar Rp517,644 miliar,”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut dia, aktifnya pelaku pasar asing itu seiring ekspektasi fundamental ekonomi domestik yang positif menjelang publikasi data ekonomi domestik pada awal pekan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan, publikasi beberapa laporan keuangan emiten untuk tahun buku 2013 menjadi salah satu pendukung IHSG BEI,”Kinerja dari sejumlah emiten yang telah dirilis terbilang positif, menunjukan suatu pertumbuhan dari kinerja keuangannya," kata dia.

Hal itu, lanjut dia, akan memberikan pandangan yang baik atas emiten-emiten tersebut yang pada akhirnya bisa memicu kenaikan dari harga sahamnya. Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan, diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kencederungan menguat menunggu sentiment positif data inflasi Februari yang disampaikan BPS.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pernah bilang, pihaknya memprediksi laju inflasi pada Februari 2013 sebesar 0,5%, lebih rendah dibandingkan Januari yang mencapai 1,7%. Alasannya, faktor utama yang menjadi pemicu inflasi Februari ada pada kelompok bahan makanan. Namun, lanjutnya, harga pangan sendiri relatif terkendali di mana dampak banjir terhadap komoditas pangan relatif kecil.

Pada perdagangan akhir pekan kemarin, transaksi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 195.669 kali dengan volume mencapai 3,24 miliar lembar saham senilai Rp4,93 triliun. Tercatat, efek yang bergerak naik sebanyak 158 saham, yang melemah 140 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 81 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng ditutup menguat 8,78 poin (0,04%) ke tingkat 22.836,96, indeks Nikkei turun 82,04 poin (0,55%) ke tingkat 14.841,07 dan Straits Times menguat 7,28 poin (0,24%) ke posisi 3.104,96.

Sementara perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 27,768 poin (0,61%) ke level 4.596,708. Sementara Indeks LQ45 naik 6,249 poin (0,82%) ke level 771,484. Saham-saham bank kelas berat kena profit taking karena sudah naik tinggi. Koreksinya menghambat penguatan IHSG tapi tidak sampai membuatnya jatuh ke zona merah.

Indeks sektor finansial sempat jatuh di tengah penguatan indeks sektoral lainnya. Namun jelang penutupan perdagangan sesi siang semua sektor berhasil menghijau. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 109.003 kali pada volume 2,327 miliar lembar saham senilai Rp 3,023 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 83 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia malah jatuh ke zona merah setelah diawal masih banyak yang menguat. Bursa Efek Indonesia jadi sati-satunya pasar modal yang positif pada sesi pertama. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 69.000, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 28.375, United Tarctor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 18.800, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 225 ke Rp 25.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 225 ke Rp 25.375, Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 30.100, Panin Sekuritas (PANS) turun Rp 200 ke Rp 4.035, dan Austindo (ANJT) turun Rp 130 ke Rp 1.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 12,49 poin atau 0,27% ke posisi 4.581,44 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,24 poin (0,42%) ke level 768,47. Musim laporan keuangan menjadi sentimen positif terhadap kinerja indeks BEI.

Dari eksternal, sentiment lainnya yaitu Ketua Federal Reserve Janet Yellen memberikan pernyataan yang mengurangi kekhawatiran para investor mengenai pengurangan stimulus moneter oleh the Fed. Oleh karena itu, analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio menyakini, aksi beli saham pelaku pasar asing berlanjut sehingga akan menambah sentimen positif pada pergerakan indeks BEI.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 146,07 poin (0,64%) ke level 22.974,25, indeks Nikkei naik 6,63 poin (0,04%) ke level 14.929,47 dan Straits Times menguat 3,35 poin (0,13%) ke posisi 3.100,67. (bani)

BERITA TERKAIT

Banten Mei Alami Inflasi 0,10 Persen

Banten Mei Alami Inflasi 0,10 Persen NERACA Serang - Provinsi Banten pada bulan Mei 2018 mengalami inflasi 0,10 persen dibandingkan…

Pasar Nilai XL Paling Siap Layanan Data - Harga Saham Melesat Tajam

NERACA Jakarta – Melesatnya harga saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) beberapa hari lalu hingga mencapai kenaikan paling tinggi sebesar…

Kenaikan Harga Ayam Kerek Inflasi Palembang

Kenaikan Harga Ayam Kerek Inflasi Palembang  NERACA Palembang - Kenaikan harga daging ayam yang terjadi sepanjang bulan lalu berdampak terhadap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…