KSEI Permudah Transaksi Melalui ATM

Optimalkan Pelayanan Investor

Senin, 03/03/2014

NERACA

Jakarta- Melalui layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) masyarakat dapat dengan mudah melakukan berbagai transaksi dalam satu waktu. Kini, investor di pasar modal pun dapat merasakan kemudahan tersebut dengan disinergikannya layanan perbankan ini oleh pihak penyelenggara pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur Utama KSEI Heri Sunaryadi mengatakan, sebagai salah satu self regulatory organizations (SRO), pihaknya memiliki tugas utama untuk mengembangkan infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian transaksi di pasar modal. Sebagai langkah awal untuk proyek pengembangan Fasilitas AKSes yang terintegrasi di tahun ini, KSEI melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Co-Branding Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) dengan PT Bank Permata Tbk untuk penggunaan fasilitas ATM perbankan.

“Nantinya melalui mesin ATM, investor dapat melakukan pengecekan saldo Efek yang tercatat dalam Sub Rekening Efek di KSEI dan saldo dana dalam Rekening Dana Nasabah (RDN).” kata Heri di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Luasnya jaringan ATM serta kemudahan penggunaannya, diharapkan dapat menjadi solusi masih minimnya jumlah investor yang melakukan login ke Fasilitas AKSes. Tercatat, per akhir Desember 2013, jumlah investor yang login secara nasional hanya sekitar 13% dari sekitar 320.000 investor. “Dari hasil survei, penggunaan kartu ATM mencapai 97,6%, Yang diharapkan adalah dapat memberikan kemudahan kepada investor, bagaimana yang 13% bisa naik menjadi 15%.” ujarnya.

Setelah dilakukannya kerja sama ini, investor cukup menjadi nasabah dan memiliki rekening tabungan di Bank Permata agar memperoleh kartu ATM, serta memiliki RDN yang dibukakan di Bank Permata oleh Perusahan Efeknya. Bagi nasabah Bank Permata sendiri, tidak perlu mengganti kartu ATM dan tetap menggunakan nomor PIN yang sama.

Caranya, investor cukup melakukan registrasi untuk mengecek bahwa investor memang terdaftar memiliki RDN di Bank Permata. Setelah proses registrasi berhasil dilakukan, maka investor sudah dapat mengakses informasi data saldo Efek dan dana yang tercatat di KSEI melalui menu ATM. Ditargetkan, pada Juni 2014, beberapa fasilitas pasar modal sudah bisa diakses melalui ATM.

Kerja sama Co-Branding AKSes melalui ATM ini sendiri, sambung dia, telah dijajaki sejak akhir tahun 2013 dengan enam Bank Administrator RDN, dan Bank Permata menjadi salah satu bank administrator yang lebih dulu memberikan responnya. Sehingga diharapkan, kerja sama ini dapat menjadi langkah awal untuk membuka peluang-peluang baru terkait pengembangan layanan pasar modal ke depan.

Sementara itu, dari sisi keamanan data dan informasi, Heri menyebutkan, pada akhir tahun lalu, pihaknya telah memperoleh Sertifikasi ISO 27001:2005 mengenai kebijakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Proses untuk memperoleh sertifikasi ini dilakukan melalui beberapa tahapan surveillance audit oleh PT SGS Indonesia yang akhirnya berhasil diperoleh pada bulan Oktober 2013. “KSEI merupakan salah satu Perusahaan yang telah meraih sertifikasi ini secara keseluruhan. Jadi, secara organisasi, kegiatan manajemen keamanan informasi yang kami jalankan telah mengacu pada standar internasional.” jelasnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida berharap inisiatif yang dilakukan KSEI dan Bank Permata ini akan memperluas fasilitas AKSes melalui jaringan ATM bank. OJK optimistis langkah ini akan berhasil mengingat pemahaman masyarakat terkait perbankan jauh lebih luas dari pasar modal.

"Ini terobosan dalam rangka majukan pasar modal Indonesia. Kami harapkan kedepannya akan lebih luas terbuka kemungkinan untuk pengembangan pasar modal berkerjasama dengan perbankan," katanya. (lia)