BRI Kerahkan 110 Ribu Unit Layanan Perbankan

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan satu-satunya bank yang dinilai siap dan mampu mengimplementasikan Modul Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN G-2) oleh Pemerintah. Aplikasi MPN G-2 yang dibangun oleh Kementrian Keuangan bekerja sama dengan perbankan, merupakan sarana bagi Wajib Pajak (WP), Wajib Bayar (WB) dan Wajib Setor (WS) untuk melakukan pembayaran Penerimaan Negara, antara lain Pajak, Cukai dan Pabean, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dengan mengedepankan prinsip Tepat Orang, Tepat Waktu dan Tepat Jumlah.

Guna menyukseskan program tersebut, BRI, sebagai mitra Kemenkeu, akan mengerahkan lebih dari 110 ribu unit layanan. “BRI akan kerahkan 19ribu ATM, lebih dari 85ribu EDC, dan lebih dari 9.800 unit kerja BRI di seluruh Indonesia, BRI siap memberikan kemudahan dan beragam pilihan bagi WP, WB maupun WS untuk melakukan transaksi pembayarannya,” ujar Direktur Utama BRI Sofyan Basir di Jakarta, kemarin.

Sofyan mengatakan, dengan suksesnya MPN G-2, akan berdampak positif bagi Penerimaan Negara. Implementasi MPN G-2 ini diharapkan akan meningkatkan Penerimaan Negara Tahun 2014, yang ditargetkan mencapai Rp 1.667,1 triliun. Penerimaan tersebut dari pajak sebesar Rp 1.110,2 triliun, penerimaan cukai dan pabean sebesar Rp 170,2 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 385,4 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp 1,4 triliun.

Sofyan menuturkan, tidak seperti MPN G-1, dimana transaksi pembayaran hanya dapat dilakukan di counter bank (teller) pada jam operasional bank saja, MPN G-2 ini memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi WP, WB atau WS untuk bertransaksi sendiri. “Karena selain di teller, juga dapat dilakukan di ATM BRI, EDC BRI, Internet Banking BRI atau Mobile Banking BRI. Jadi baik WP, WB ataupun WS tinggal menginput ID Billing, pada salah satu e-channel BRI, kemudian akan keluar identitas WP, WB atau WS, beserta nominal besaran pajak yang harus dibayarkan,” ujar Sofyan. [retno]

BERITA TERKAIT

Jelang Tutup Tahun, JICT Tetap Komitmen Berikan Layanan Terbaik

Jelang Tutup Tahun, JICT Tetap Komitmen Berikan Layanan Terbaik NERACA Jakarta - Jelang tutup tahun, bukan berarti kegiatan semakin sepi…

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

Saat Obligasi Pemerintah Mengancam Industri Perbankan

  Oleh: Djony Edward Langgam pengaturan bunga di industri keuangan belakangan sedikit tercoreng, terutama dengan gencarnya penerbitan Surat Utang Negara…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…