BCA Gelar Wayang Masuk Mall

NERACA

Jakarta - Sebagai upaya untuk melestarikan wayang yang merupakan salah satu budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO sebagai “Karya Agung Budaya Dunia”, BCA kembali bekerjasama dengan Kompas TV – Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) dan UNIMA Indonesia (Union Internationale de Marionette) untuk mengadakan pagelaran ‘Wayang Masuk Mall – Negeri Wayang Indonesia’.

Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene Keith Galbraith menjelaskan Pagelaran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bakti BCA bidang budaya dalam payung program “BCA untuk Wayang Indonesia”. “Wayang masuk mall ini diselenggarakan untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan wayang kepada generasi muda Indonesia, selain itu juga bagian dari rangkaian kegiatan CSR dalam rangka HUT BCA yang ke-57,” kata Eugene di Jakarta, Kamis (27/2)

Dia juga mengatakan kegiatan ini menjadi bukti komitmen BCA untuk terus melestariakan kebudayaan Indonesia yang indah ini. “Dengan hadirnya acara Wayang Masuk Mall, BCA berupaya untuk membangkitkan kembali kepedulian masyarakat, khususnya para generasi muda untuk kembali menikmati wayang,” ungkap Eugene.

Wakil Ketua Umum Pepadi Onang Sunaryono, salah satu hal yang menjadi penyebab mulai lunturnya budaya wayang di Indonesia adalah rendahnya frekuensi pergelaran wayang. “Sekarang sudah jarang kita melihat pagelaran Wayang ditonton oleh anak muda. Kami mendukung kegiatan yang berupaya untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda mengenai budaya Wayang di Indonesia,”terang Onang.

Sedangkan President of UNIMA Indonesia Samodra Sriwidjaja, menjelaskan bahwa dukungan dari lembaga yang peduli akan budaya Indonesia khususnya Wayang masih sangat minim sehingga kami menyambut baik inisiatif yang dijalan BCA melalu program ‘BCA untuk Wayang Indonesia’. “Dukungan dari BCA diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dari berbagai generasi demi kelangsungan dan keterpeliharaan kehidupan Wayang itu sendiri,” jelas Samodra.

Selain menggelar pertunjukan wayang, akan hadir beragam acara yang tidak kalah menarik selama 3 hari, yakni talkshow dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI), workshop oleh Museum Wayang, workshop melukis wayang di kulit, workshop membatik, talkshow E-Wayang, serta workshop batik. Rangkaian kegiatan ‘Wayang Masuk Mall’ akan dimeriahkan dengan berbagai aktivitas lainnya seperti kompetisi foto dengan objek wayang, pentas dari beberapa sekolah, dan booth khusus mengenai dunia pewayangan serta untuk belajar gamelan. [sylke]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Survei BI : Optimisme Konsumen Menguat

      NERACA   Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada November 2019 mengindikasikan optimisme konsumen menguat, tercermin…

Indonesia – Jepang Sepakati Transaksi Dagang Pakai Uang Lokal

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Jepang Taro Aso menyepakati kerangka kerja…

Tinggalkan Otomotif, Radana Finance Fokus UMKM dan Syariah

    NERACA   Jakarta – PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi industri multifinance…