Mandiri Pemegang Saham Mayoritas InHealth

NERACA

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk akhirnya mengakuisisi 80% saham PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (InHealth) milik PT Askes (Persero) senilai Rp1,75 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G Sadikin menjelaskan persetujuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) pada 23 Desember 2014 antara Bank Mandiri, Kimia Farma dan Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dengan PT Askes (Persero) dan Koperasi Bhakti Askes.

Dia juga menjelaskan, sesuai kesepakatan dalam CSPA, proses akuisisi Inhealth akan dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Bank Mandiri akan mengakuisisi 60% saham, Kimia Farma dan Jasindo masing-masing 10% saham. “Sementara Askes tetap menguasai 20% saham. Pada tahap kedua, Bank Mandiri akan membeli 20% saham Askes di Inhealth paling lambat pada akhir tahun ini,” kata Budi di Jakarta, Kamis (27/2).

Budi juga berharap akuisisi ini bisa menghasilkan sinergi BUMN yang positif untuk menjadikan InHealth pemain utama asuransi kesehatan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi layanan kesehatan di Indonesia.

Dia juga optimis peralihan kepemilikan ini akan memberikan nafas baru bagi InHealth untuk memperkuat bisnis melalui dukungan jaringan distribusi dan customer base yang dimiliki Bank Mandiri dan Jasindo serta layanan kesehatan komprehensif milik Kimia Farma. “Total spending dalam bidang healthcare, termasuk untuk asuransi akan meningkat 20-25% per tahun. Selain itu, jumlah angkatan kerja dalam setiap tahun meningkat 800 ribu – 1 juta. Potensi ini yang akan dikembangkan atau diserap oleh Bank Mandiri,” kata Budi.

Saat ini, InHealth merupakan pemain utama asuransi kesehatan khususnya dengan skema managed care. Sampai dengan Desember 2013, InHealth telah memiliki 49 kantor layanan di seluruh Indonesia, lebih dari 4.000 provider kesehatan termasuk rumah sakit, apotek dan dokter rekanan. Bisnis InHealth juga mengalami pertumbuhan positif dengan memiliki lebih dari 1 juta peserta dengan pendapatan premi bruto lebih dari Rp1,4 triliun pada Desember 2013.

Budi menambahkan, kehadiran Inhealth juga akan semakin memperkuat integrasi bisnis Bank Mandiri dengan anak perusahaan yang kini terus tumbuh semakin besar. Sampai akhir tahun 2013, Bank Mandiri telah memiliki sebanyak 7 anak usaha dengan total aset mencapai Rp94,3 Triliun.

Nilai aset tersebut meningkat signifikan dibanding tahun 2009 yang sebesar Rp28,7 Triliun. Sementara kontribusi laba bersih anak perusahaan terhadap laba bersih Bank Mandiri juga melaju dari Rp 401 miliar di 2009 menjadi Rp2,04 triliun.

“Kami bersyukur perusahaan anak Bank Mandiri berkembang pesat dan menjadi pemain utama di industrinya. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa Bank Mandiri telah berhasil memaksimalkan setiap potensi bisnis untuk memperkuat value perusahaan dan memberikan nilai tambah yang optimal kepada stakholders,” ujar Budi. [sylke]

BERITA TERKAIT

Buyback Saham, Arwana Siapkan Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Dalam rangka menjaga pertumbuhan harga saham di pasar modal, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) telah menyiapkan dana…

Sky Energy Bidik Pendapatan Rp 539 Miliar - Lepas 203 Juta Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Sky Energy Indonesia Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp539 miliar dan Rp627 miliar pada tahun…

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…