Kenaikan Harga Material Tekan Laba Astra Otoparts

Jumat, 28/02/2014

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan pendapatan bersih meningkat 29% menjadi Rp10,7 triliun sepanjang tahun 2013. Namun, dengan terjadinya kenaikan harga material dan upah karyawan yang harus dibayarkan perseroan, telah menggerus laba bersih perseroan pada 2013 sekitar 4,5% menjadi sebesar Rp1,01 triliun dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.“Dikarenakan adanya kenaikan harga material dan upah karyawan yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pelanggan," kata Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Robby Sani dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut dia, pada 2013, segmen trading berhasil mencatat peningkatan pendapatan sebesar 22,6% menjadi Rp4,4 triliun. Ini disebabkan peningkatan permintaan dari pasar suku cadang pengganti dan ekspor. Selain itu, segmen manufacturing juga terjadi peningkatan pendapatan sebesar 34,3% menjadi Rp6,3 triliun sehubungan dengan adanya pengakusisian perusahaan baru dan pertumbuhan industri otomotif.

Pada tahun lalu, Astra Otoparts juga telah melakukan beberapa aksi korporasi di antaranya akuisisi 51% saham PT Pakoakuina yang memproduksi wheel rim dengan nilai investasi sebesar Rp700 miliar. Kemudian, pendirian PT MetalArt Astra Indonesia yang merupakan kerja sama perusahaan dengan MetalArt Corporation, Jepang, untuk memproduksi forging parts untuk pasar pabrikan kendaraan roda empat dengan nilai investasi sebesar US$45,3 juta.

Pabrik baru dari perusahaan ini terletak di atas lahan seluas 3,2 hektar di Karawang International Industrial City, Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Pabrik baru tersebut diperkirakan akan memulai produksi massal pada Juli 2014 dengan perkiraan kapasitas produksi sekitar 60 ribu unit pada 2014 dan dapat mencapai hingga 8,7 juta unit pada 2017. Penandatanganan kerja sama untuk membentuk perusahaan patungan ini dilakukan kedua perusahaan pada 2 September 2013. Dalam perusahaan patungan yang baru dibentuk MetalArt sebagai mayoritas dengan saham sejumlah 70% dan sisanya 30% dikuasai oleh Astra Otoparts.

Sebagian besar dana tersebut diperoleh dari penyelenggaraan penawaran umum terbatas (right issue) di April yang menghasilkan sebesar Rp2,98 triliun. Seperti diketahui, perseroan berhasil meraih dana sebesar Rp2,97 triliun melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dalam prospektusnya, perseroan merencanakan menggunakan seluruh dana hasil PUT I tersebut untuk refinancing, bridging loan, dan penyertaan modal dan atau pinjaman. (lia)