Kenaikan Harga Material Tekan Laba Astra Otoparts

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan pendapatan bersih meningkat 29% menjadi Rp10,7 triliun sepanjang tahun 2013. Namun, dengan terjadinya kenaikan harga material dan upah karyawan yang harus dibayarkan perseroan, telah menggerus laba bersih perseroan pada 2013 sekitar 4,5% menjadi sebesar Rp1,01 triliun dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.“Dikarenakan adanya kenaikan harga material dan upah karyawan yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pelanggan," kata Direktur PT Astra Otoparts Tbk, Robby Sani dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (27/2).

Menurut dia, pada 2013, segmen trading berhasil mencatat peningkatan pendapatan sebesar 22,6% menjadi Rp4,4 triliun. Ini disebabkan peningkatan permintaan dari pasar suku cadang pengganti dan ekspor. Selain itu, segmen manufacturing juga terjadi peningkatan pendapatan sebesar 34,3% menjadi Rp6,3 triliun sehubungan dengan adanya pengakusisian perusahaan baru dan pertumbuhan industri otomotif.

Pada tahun lalu, Astra Otoparts juga telah melakukan beberapa aksi korporasi di antaranya akuisisi 51% saham PT Pakoakuina yang memproduksi wheel rim dengan nilai investasi sebesar Rp700 miliar. Kemudian, pendirian PT MetalArt Astra Indonesia yang merupakan kerja sama perusahaan dengan MetalArt Corporation, Jepang, untuk memproduksi forging parts untuk pasar pabrikan kendaraan roda empat dengan nilai investasi sebesar US$45,3 juta.

Pabrik baru dari perusahaan ini terletak di atas lahan seluas 3,2 hektar di Karawang International Industrial City, Karawang, Jawa Barat, Indonesia. Pabrik baru tersebut diperkirakan akan memulai produksi massal pada Juli 2014 dengan perkiraan kapasitas produksi sekitar 60 ribu unit pada 2014 dan dapat mencapai hingga 8,7 juta unit pada 2017. Penandatanganan kerja sama untuk membentuk perusahaan patungan ini dilakukan kedua perusahaan pada 2 September 2013. Dalam perusahaan patungan yang baru dibentuk MetalArt sebagai mayoritas dengan saham sejumlah 70% dan sisanya 30% dikuasai oleh Astra Otoparts.

Sebagian besar dana tersebut diperoleh dari penyelenggaraan penawaran umum terbatas (right issue) di April yang menghasilkan sebesar Rp2,98 triliun. Seperti diketahui, perseroan berhasil meraih dana sebesar Rp2,97 triliun melalui Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Dalam prospektusnya, perseroan merencanakan menggunakan seluruh dana hasil PUT I tersebut untuk refinancing, bridging loan, dan penyertaan modal dan atau pinjaman. (lia)

BERITA TERKAIT

Strategi Antisipasi Penurunan Harga Sawit

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kalimantan Barat, Idwar Hanis mengatakan bahwa anjloknya harga sawit harus segara diatasi…

Sumsel Andalkan Pertanian Tekan Kemiskinan

Sumsel Andalkan Pertanian Tekan Kemiskinan NERACA Palembang - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan total mengandalkan sektor pertanian untuk menekan angka…

Ditopang Apartemen Parkland - Trimitra Propertindo Raup Laba Rp 12,8 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, emiten properti PT Trimitra Propertido Tbk (LAND) berhasil membukukan laba bersih Rp12,8 miliar atau tumbuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

Orori Indonesia Jadi Reseller Resmi Antam

PT Orori Indonesia (Orori), sebagai perusahaan penjualan perhiasan online resmi menjadi "reseller" emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).”Orori menjadi jembatan…

Sepekan Dana Asing Keluar Rp 765 Miliar

NERACA Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin meningkat 1,16% ke level 6,126.36…