Penjualan Kimia Farma Tembus Rp4,35 Triliun

NERACA

Jakarta – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan peningkatan penjualan sepanjang 2013 menjadi Rp4,35 triliun atau naik 16,44% dibanding penjualan di tahun 2012 sebesar Rp3,73 triliun. Meskipun ada kenaikan beban pokok penjualan sekitar 19,42% dan beban usaha naik 14,25%, namun perseroan berhasil menaikan laba usaha sebesar Rp293,77 miliar berkat adanya pendapatan dari kurs mata uang asing sebesar Rp811,58 juta.

Kinerja yang positif ini mampu mendorong laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh menjadi Rp214,55 miliar di tahun 2013 dari perolehan serupa di tahun 2012 yang mencapai Rp205,76 miliar. Sedangkan untuk total aset, sepanjang tahun lalu aset perseroan tumbuh menjadi Rp2,47 triliun dari sebelumnya Rp2,08 triliun di tahun 2012 dengan jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp847,58 miliar di tahun 2013.

Perseroan mengincar raihan pendapatannya di tahun ini mencapai Rp1,8 triliun, angka tersebut naik sebanyak 12,5% dari proyeksi tahun lalu yang mencapai Rp1,6 triliun. Sekretaris Perusahaan Kimia Farma, Djoko Rusdianto mengungkapkan, target tersebut seiring dengan niat perseroan untuk menambah 100 apotek pada tahun ini. Dengan begitu, jumlah kepemilikan apotek perseroan akan menjadi 662 outlet.

Diketahui, hingga akhir tahun lalu, KAEF memproyeksikan dapat memiliki dan mengoperasikan sebanyak 562 outlet baru. Adanya pengembangan bisnis di bidang ritel ini akan berpengaruh positif terhadap pendapatan perseroan.“Dengan penguatan di segmen ritel tersebut, diharapkan dapat mengkompensasi tingginya biaya bahan baku yang terjadi akibat melemahnya nilai tukar rupiah”, katanya.

Sepanjang 2013, perseroan berhasil menumbuhkan penjualan ekspornya sebesar 39,78% menjadi Rp202,96 miliar, dibandingkan dengan hasil penjualan ekspor pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp145,19 miliar.

Disebutkan, erasnya permintaan impor obat dari negara tetangga yaitu Timor leste menjadi salah satu pemicu berkembangnya penjualan ekspor perseroan. Menurut dia, hal ini membuktikan bahwa obat dari Indonesia masih banyak dibutuhkan oleh negara lain.

Selain Timor Leste, perseroan juga melakukan ekspor obat generik ke negara lain seperti Timur Tengah. Pendapatan pada tahun 2014 akan lebih berfokus pada segmen ritel dan ekspor. Disamping itu, penetrasi perseroan juga dilakukan melalui sektor ritel.

Sementara itu, terkait dengan rencana penggabungan dua emiten BUMN farmasi yakni PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF), Direktur Utama INAF, Elfiano Rizaldi mengungkapkan bahwa, dengan bersinerginya kedua perusahaan BUMN tersebut diperkirakan akan menjadi lebih efisien dan efektif kedepannya.“Jika kedua perseroan dapat melebur, kami memperkirakan akan bisa menjadi lebih efisien dan efektif nantinya. Saya menyambut baik rencana itu, tapi tetap tergantung kepada pemegang saham kami”, katanya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Berkah Melek Digital, Cuan Bisnis Kuliner Makin Berlipat

Ibu haji Abay, (65) masih disibukkan dengan pesanan pecak bandengnya oleh para pelanggan setianya yang sudah menunggu untuk makan siang.…

Dibandrol Mulai Rp 1 Miliar - Kota Modern Pasarkan Kavling Siap Bangun

Perumahan skala kota (township) Kota Modern yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. di Kota Tangerang, memasarkan kavling siap bangun di…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…