United Tractors Suntik Modal Anak Usaha

NERACA

Jakarta- Di tengah melempemnya bisnis alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR) terus menggenjot kinerja anak usahanya tahun ini. Salah satunya, dengan memberikan dukungan modal melalui perjanjian pinjaman kepada PT Bina Pertiwi (“BP”) yang 99,99% dari seluruh sahamnya dimiliki perseroan.“Berdasarkan perjanjian pinjaman pemegang saham, perseroan telah menyetujui untuk memberikan pijaman sebesar Rp13 miliar kepada BP yang akan dipergunakan untuk keperluan belanja modal.” kata Sekretaris perusahaan Sara K. Lubis dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (27/2).

Secara bisnis, menurut dia, hal ini akan lebih menguntungkan apabila PT Bina Pertiwi mendapatkan pinjaman ini dibandingkan apabila perseroan harus menyimpan dana kasnya di bank dengan rate deposito bank pada saat ini. Penandatanganan perjanjian pinjaman ini sendiri telah dilakukan pada 24 Februari 2014. Adapun tingkat suku bunga untuk pinjaman tersebut, yaitu LPS +2,0%, dan bersifat term loan.

Diketahui, kinerja anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) ini pada tahun 2013 masih mengalami tekanan. Perseroan mencatatkan penurunan laba sebesar 16% di 2013, menjadi Rp 4,83 triliun dari posisi tahun sebelumnya Rp 5,78 triliun. Pendapatan bersih perseroan pada tahun 2013 mencapai Rp 51,01 triliun, turun 9% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 55,95 triliun.

Pihaknya mencatat, pendapatan bersih segmen usaha Mesin Konstruksi turun 29% menjadi Rp 15,64 triliun dan memberikan kontribusi sebesar 31% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian. "Kinerja unit usaha Mesin Konstruksi dan Pertambangan mengalami penurunan, sementara kinerja unit usaha Kontraktor Penambangan mencatat adanya peningkatan," kata Vice President Director United Tractor Gidion Hasan.

Dia mengatakan, berkurangnya permintaan alat berat khususnya di sektor pertambangan dan perkebunan akibat penurunan aktivitas di sektor terkait berdampak pada total penjualan alat berat Komatsu sepanjang tahun 2013 turun sebesar 32%, dari 6.202 unit pada tahun 2012 menjadi 4.203 unit.

Dari total penjualan alat berat Komatsu, sebanyak 43% diserap sektor pertambangan, 26% diserap sektor perkebunan, 23% diserap sektor konstruksi, dan sisanya sebesar 8% diserap sektor kehutanan. "Di tengah persaingan yang semakin ketat, Komatsu mempertahankan posisi sebagai

market leader alat berat, dengan pangsa pasar sebesar 41% (berdasarkan riset pasar internal)," ujarnya.

Untuk tahun 2014, United Tractors hanya menargetkan penjualan 4.500 unit alat berat. Pihaknya memproyeksikan, pasar pertambangan pada tahun depan masih tidak akan jauh beda dengan tahun ini. Diperkirakan, pasar alat berat tahun ini hanya akan mencapai 10.100 unit–11.000 unit. “Target penjualan kami tahun depan sekitar 4.500 unit," ujarnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Efektifkah Memberikan Hukuman Kepada Anak?

      Sebuah kasus kekerasan terhadap siswa kembali muncul. Beberapa waktu lalu, RM seorang guru di SD di Serdang…

Pelaku Usaha di Batam Sepakat Lakukan Penghijauan - Sinergi Pemanfaatan Dana CSR

Menjadi kawasan ekonomi khusus, kota Batam tentunya akan banyak melakukan transformasi untuk mengakomodasi kepentingan pelaku bisnis sehingga terkadang lupa pada…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…