Keluar dari Zona Nyaman

Dandan Hamdani, Founder Qyvision PR

Sabtu, 01/03/2014

Mungkin hanya segelintir orang yang berani mengambil keputusan keluar dari zona nyaman dan mencoba sesuatu yang baru. Tidak demikian dengan dengan Dadan Hamdani, pria yang menjadi salah seorang founder Qyvision ini selalu tertantang dengan hal-hal baru. Tak heran kenapa dia sering keluar masuk perusahaan.

Ya, sejak 1990 hingga sekarang sudah 10 perusahaan dijajalnya, perusahaan macam PT Dinamika Dunia Kreasi (Qyvision), IDEA Concept Store, PT Fortune Pramana Rancang, PT Chic Fashion (member of Bakrie Group), PT Vinccindo Asia Sepatu, PT Saberro Ratu, PT Griyatirta Tritunggal (Member of Para Group), PT Padmaraga Pratama Indonesia (Member of Artha Graha Group), PT Freeport Indonesia, PT Pertamina Unit Eksplorasi II Lirik, Riau Daratan pernah menjadi pelabuhan karir pria yang akrab di sapa Dadan itu.

“Saya sangat menyenangi tantangan, saya senang sesuatu yang baru makanya saya selalu lompat-lompat bekerja. Seperti saat membuka usaha seperti PT Dinamika Kreasi (Qyvision) dan PT Viccindo, semua itu saya lakukan karena saya ingin menjajal hal-hal baru,” kenang Danny.

Ya, selain bekerja sebagai karyawan di beberapa perusahaan, Danny juga sempat membuka usaha (selain Qyvision) beberapa tahun lalu. Yakni sebuah perusahaan sepatu bernama PT Viccindo Asia Sepatu. Sayangnya, perusahaan tersebut seiring waktu gulung tikar karena Danny tidak fokus mengurusnya. Danny pun melepas 100% sahamnya kepada seorang partner.

“Saat itu saya merekrut orang-orang yang tidak bisa dipercaya di bidang itu, barang keluar berapa hasilnya berapa? Makanya saya putuskan untuk meuntup perusahaan tersebut karena saya juga punya pekerjaan lain,” tegas dia.

Akhirnya pada 2010 dia memutuskan untuk membuka usaha di bidang PR bersama sahabatnya bernama Vinna Novetri mendirikan perusahaan berbendera PT Dinamika Kreasi atau lebih dikenal dengan sebutan Qyvision. Karena bidang tersebut memanglah bidang yang sangat dia senangi.

Soal pengalaman, Dadan pernah menimba ilmu PR kala bekerja di perusahaan PR PT Fortune Pramana Rancang. Di perusahaan itu menurut Dadan tak hanya uang yang didapatnya, tetapi juga ilmu. Makanya dia sangat bersyukur karena pernah diberi kesempatan bekerja di perusaah PR tersebut.

“Ilmu PR saya dapatkan dari perusahaan itu, dan ketika keluar dari sana saya juga meminta izin dengan baik kepada pemilik perusahaan. Saat itu saya katakan kalau saya tidak akan pindah kerja, tetapi saya akan membangun sebuah usaha,” kata Dadan.

Sikap Dadan tersebut, untuk menunjukkan betapa dia ingin menjalin hubungan baik dengan perusahaan-perusahaan yang pernah dibelanya. Tak heran, meskipun berbeda perusahaan tetapi rekannya masih bersahabat baik dengan dirinya.

Fokus Kembangkan Qyvision

Kesungguhan hati Danny tidak bisa dianggap sepele, makanya dia selalu fokus terhadap bidang yang digelutinya. Hal itulah yang justru mendatangkan banyak prestasi bagi perusahaan. Ya, Qyvision PR di usianya yang masih sangat muda setiap tahun dianugrahi berbagai penghargaan dari tingkat nasional hingga Asia.

Di tingkat nasional di 2011 dan 2012 silam perusahaannya mendapat penghargaan Mix Award untuk kategori Social Campaign. “Kalau untuk level Asia Qyvision PR menjadi satu-satunya perusahaan Public Relations dari Indonesia yang mendapat penghargaan berturut-turut dari Asia Pacific Sabre Awards, yakni di 2011, 2012 dan 2013,” ujar Danny bangga.

Tahun lalu, Qyvision PR mampu mengumpulkan lima penghargaan sekaligus, tepatnya pada Juni 2013, Qyvision PR dianugerahi penghargaan sebagai Public Sector of the Year 2013 di ajang PR Week Asia Awards 2013 di Hongkong dan di Shanghai China pada bulan Agustus 2013. Qyvision PR mendapat gelar Certificate of Excellent untuk lima kategori berbeda yaitu kategori Telecommunications untuk PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, kategori Entertainment untuk TelekomVision, Crisis Management untuk PT Provident Agro dan Public Sector/Government Relations untuk Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.

Berbagai penghargaan tersebut mampu mendongkrak reputasi Qyvision PR. Karena kini perusahaan miliknya itu dikenal di kancah Internasional terutama di wilayah Asia. Sehingga jangan heran kalau banyak perusahaan dari luar negeri mempercayakan kegiatan komunikasinya pada Qyvision PR, sebut saja Sands Macau China, Venetian Hotel & Resort Macau China, Camel Active Jerman, Reed Exhibitions Singapore, Penne Madisson Thailand, Larrie Shoes Malaysia dsb selain tentunya klien-klien lokal mulai melirik dan mempercayakan kegiatan PR-nyapadaQyvison PR.

Karena reputasi yang dibangun Danny di Qyvision PR, sebuah perusahaan PR besar dari Hongkong sempat memiliki niat untuk membeli Qyvision PR, tapi karena banyak pertimbangan akhir Danny dan partnernya menolak dengan halus dan berniat mengembangkan perusahaannya dengan rasa ke-Indonesiaan yang kental.

“Perusahaan ini sempat ingin dibeli oleh salah satu perusahaan besar asal Hongkong. Tetapi setelah saya dan partner berfikir panjang kita tolak keinginan mereka dan memutuskan untuk tetap fokus mengembangkan perusahaan ini,” jelas dia.

Hobi Menulis

Di sela-sela pekerjaannya di bidang PR, Danny sering berbagi dengan orang lain melalui tulisan. Ya, Danny memang sangat gemar menulis buku, memang saat ini tulisannya (buku) yang beredar di pasaran masih terhitung oleh jari. Tetapi bukan berarti ide hebatnya tak bisa ia share kepada pembaca, karena selain menulis buku dia juga menjadi penulis di beberapa media ternama di Jakarta.

“Saya memang sangat senang tulis-menulis, setelah dua buku (berjenis novel) yang sudah edar, saya juga sedang dalam proses penulisan buku baru. Tetapi, untuk share pengetahuan kan tidak hanya melalui buku, lewat majalah atau surat kabar semua itu bisa dilakukan,” kata dia.

Cara Danny berbagi memang tak hanya melalui buku serta media cetak lainnya. Karena Danny juga sempat menjalani profesi sebagai pengajar di beberapa universitas. Seperti di Sekolah Ilmu Komunikasi Indonesia Maju (STIKIM-IMA), dan universitas lainnya.

“Kalau di Prasetya Mulya Magister Management Jakarta saya jadi penguji tamu, kalau di London School of Public Relation dan Interstudi sebagai dosen tak tetap. Saya mengambil spesialisasi di bidang public relations and marketing,” tutup dia.