Bangkitkan Semangat Wirausaha

Rhesa Yogaswara MM, CIFP, Corporate and Business Strategy Maybank Syariah Indonesia

Sabtu, 01/03/2014

Rhesa Yogaswara MM, CIFP, Corporate and Business Strategy Maybank Syariah Indonesia

Bangkitkan Semangat Wirausaha

Ilmu matematika yang dipelajarinya di Institut Pertanian Bogor (IPB) telah membawa Rhesa Yogaswara untuk selalu berpilih logis realistis dalam setiap melangkah.

Bahkan, setiap kali minum secangkir cappuccino di café pun harus diperhitungkan sebagai sebuah investasi. Mengapa? Karena minum cappucinno tersebut dalam rangka menjalin jaringan dengan relasi bisnisnya. Dengan membuat perencanaan keuangan secara matang, kata Rhesa, hal itu merupakan awal terciptanya iklim investasi yang positif.

Mengapa cappucinno? Bagi Rhesa, cappucinno dan café adalah simbol keberadaan kaum muda dan kelas menengah. Kelompok itulah yang menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi di dunia. “Meningkatnya jumlah kelas menengah diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan obsesi saya menjadi entrepreneur bidang pendidikan yang masuk ke kalangan anak muda,” kata Rhesa, saat berbincang-bincang dengan Neraca di sebuah café di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut Rhesa, kelas menengah kini mulai hidup kecukupan dan bisa membeli produk asuransi dan produk keuangan lainnya. Mula-mula, mereka membelanjakan uangnya hingga Rp 35 ribu per kapita per hari. Kini, sudah bertmbah menjadi Rp 40 ribu per kapita per hari. Dia pun memperkirakan, belanja kaum kelas menengah di Indonesia mencapai Rp 95 ribu per kapita per hari pada 2023.

Beda Profesi

Darah dokter dari sang ayah Roni S Masdoeki dan sang ibu Siti Djoehraeni, ternyata tak merasuk di kalbu sang anak keduanya, Rhesa. Dia lebih memilih jalur pendidikan ekonomi dan investasi. Latar belakang pendidikan lanjutannya di program Magister Bisnis dan Keuangan Univesitas Paramadina, serta program doktor di Madinah International University, Malaysia.

“Tapi saya memilih jalur spesialis sebagai praktisi bisnis strategi, perencana bisnis, bisnis model, dan peneliti bisnis yang fokus pada pemasaran dan keuangan,” kata Rhesa yang kini menjadi head of strategic planning di Maybank di Jakarta.

Pria belia kelahiran Bandung, 25 Agustus 1982 ini rupanya sangat serius menggeluti bidangnya. Terbukti sudah seabrek pengalaman di bidangnya, baik sebagai konsultan maupun narasumber seminar nasional dan internasional. “Peristiwa penting yang hingga sekarang masih ingat adalah saat diminta menjadi pembicara dalam sebuah konferensi internasional di Jepang yang dihadiri para CEO,” ujarnya bersyukur. Ketika itu, pada Mei 2013, Rhesa diminta berbicara tentang perkembangan produk halal, ritel, dan otomotif di Indonesia.

Makanya, tak salah jika Univeresitas Paramadina menunjuk alumnus program Chartered Islamic Finance Professional INCEIF Malaysia ini menjadi direktur Paramadina Management Institute sejak 2011 hingga sekarang. Pemikirannya tentang strategis bisnis dan pemasaran ekonomi banyak bertebaran di sejumlah media massa nasional maupun internasional.

Di antara media internasional adalah Al Bayan Newspaper UAE; Business Islamica Magazine UAE, dan Global Finance Magazine UK. “Hobi saya memang menulis dan membaca buku,” kata pria yang sebelumnya menjadi manajer riset dan analis pasar di lembaga konsultan PT Qasa Strategic Consulting.

Membangun jaringan, adalah bagian dari investasi. Tak heran jika Rhesa aktif dalam sejumlah organisasi. Di antaranya, Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI). Dia juga pernah menjadi sekjen Asosiasi Mahasiswa Matematika IPB (Gumatika) pada 2003, pernah menjadi wakil pemred Majalah Gema Almamater IPB (2003). Kini Rhesa masih tercatat sebagai ketua Asosiasi Alumni Matematika IPB (Gugaltika) sejak 2011. Sejak Oktober 2010, menjadi ketua Forum Kajian Ekonomi Jakarta. Aktif pula di Cash Flow Club, Marketing Club, dan Forum Eksekutif Jakarta.

Selain itu, pria berkacamata minus ini juga aktif mengajar di Paramadina Management Institute. Sebelumnya, sering memberikan pelatihan di bidang keuangan properti, dan investasi yang diselenggarakan Investment Analysis, Banking & Finance Institute (IBFI) Universitas Trisakti, Mitra Energy, BRI, dan Yayasan Sampoerna. (saksono)

Topik Terkait

dokter rhesa