Transportasi di Jakarta

Sabtu, 01/03/2014

Transportasi di Jakarta

(Oleh Bani Saksono, wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Ada banyak jalan ke Roma. Itu sebaris peribahasa atau sebaris syair lagunya Rhoma Irama. Ada banyak pula jalan menuju ke Jakarta. Sebagai ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta menyediakan berbagai sarana transportasi menuju dan dari Jakarta.

Untuk jarak jauh, ada pesawat di bandara nternasional Soekarno- Hatta yang menghubungkan ke banyak kota. Di Pelabuhan Tanjun Priok, kapal-kapal siap mengantar kita ke sejumlah pelabuhan di Jawa maupun pulau lain seperti Kaimantan, Sulawesi, Sumatera, hingga kawasan Maluku dan Papua.

Jaringan kereta api juga ada, menghubungkan ke antarkota di Jawa, seperti Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Untuk kelas eksekutif dan bisnis dilayani di Stasin Gambir. Argo Dwipangga, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek Pagi, Argo Parahyangan, Gajayana, Bima. Lainnya, Argo Bromo Anggrek Malam, Taksaka, Bangunkarta, Cirebon Ekspres, Argo Jati, Purwojaya, Argo Lawu.

Sedangkan kelas ekonomi dilayani di Stasiun Senen dan Tanjung Priok dengan kereta Gajah Wong, Bengawan, Bogowonto, Progo, Berantas, Kahuripan, Kutajaa, Majapahit, Menoreh, dan Krakatau. Banyaknya pergerakan penduduk antarkota ke Jakarta menyebabkan seluruh moda transportasi itu nyaris tak ada kursi kosong. Bahkan berebut. Untuk memudahkan, calon penumpang, reservasi pun dapat dilakukan secara online melalui internet maupun datang ke minimarket Alfamart atau Indomart yang tak jauh dari rumah kita.

Untuk melayani pergerakan di tingkat lokal, tersedia pula kereta api listrik (KRL) untuk kawasan Jabodetabek dengan rute Jakarta Kota dan Tanah Abang ke arah Depok-Bogor, Bekasi, Merak, Tangerang, dan Serpong. Rutenya sangat murah, walaupun bersifat progresif. Tiap lima stasiun pertama, tarifnya Rp 2.000. Seterusnya, tiga stasiun berikutnya ditambah Rp 500. Jadi, untuk jarak terjauh, harga tiket hanya Rp 8-9 ribuan.

Untuk sarana transportasi lokal berbasis jalan raya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan busway Transjakarta dn Bus kota Terintegrasi Busway (BKTB). Bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan diadakanlah angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) yang menghubungkan Jakarta ke Bekasi, Bogor, Ciputat, dan Tangerang. Sebelum ada APTB, pihak swasta juga menyelenggarakan feeder (penghubung) dari perumahan besar di luar Jakarta ke Jakarta, misalnya Citra Grand, Kemang Pratama, Sentul, juga Kota Wisata.

Belum memadainya seluruh moda transportasi lokal itu, yang aman, nyaman, cepat, dan bebas mogok atau macet, masyarakat komuter atau penglaju yang pergi pulang ke Jakarta memilih naik kendaraan pribadi. Akibatnya jalanan di Jakarta macet nyaris setiap hari setiap saat. Rekayasa manajemen angkutan umum harus segera dilakukan. Jika tidak, Jakarta dan sekitarnya akan erus macet tak terurai. Laju kendaraan di jalan raya tak lebih dari 9 km/jam, tak beda dengan jalan kaki. []