Manisnya Berbisnis Waralaba Makanan dan Minuman

Modal Kecil Untung Besar

Sabtu, 01/03/2014

Potensi bisnis waralaba sangat menjanjikan untuk jangka waktu yang lama, namun perlu diingat bahwa tidak semua jenis usaha waralaba cocok untuk setiap orang. Karenanya kesuksesan tidaklah menjadi hal yang pasti dalam bisnis ini.

NERACA

Sejatinya, setiap waralaba pasti menjanjikan keuntungan tanpa repot haus mengerti seluk beluk bisnis. Alhasil, banyak kalangan yang tertarik membelisebuah waralaba. Karena dengan membeli waralaba, pembeli merek tersebut dimudahkan dalam segala hal.

Konsep bisnis waralaba memang memungkinkan seseorang yang memiliki modal (uang) tetapi tidak memiliki pengalaman mumpuni dalam membangun bisnis tetapi tetap mendapatkan keuntungan dengan titik impas (BEP) antara satu tahun, duatahun hingga lebih dari tiga tahun.

Bagi pengusaha yang memiliki modal besar, membeli waralaba yang harganya mahal bukanlah sebuah masalah. Namun bagi pengusaha yang memiliki modal terbatas, mereka biasanya akan berpikir panjang sebelum memutuskan menjalankan usaha waralaba.

Salah seorang tersebut adalah Aprianti, ibu beranak dua ini tertarik membeli sebuah waralaba makanan dan sebuah waralaba minuman dengan harga tak terlalu mahal. Karena untuk memperoleh waralaba yang mahal dia terbatas akan modal yang dimiliki.

“Setelah suami saya di PHK perusahaan (karena tutup), uangnya saya gunakan untuk membeli waralaba minuman teh ini seharga Rp3,5 juta.Selain itu juga saya membeli waralaba makanan ringan khas kota Bandung, cireng isi seharga Rp1,5juta,” kata wanita yang akrab di sapa Mba Anti itu.

Ya, besar biaya untuk menjalankan waralaba memang sangat beragam, dengan kata lain murah atau mahal itu adalah hal relatif, jika dilihat dari potensi bisnisnya. Harga waralaba biasanya berkisar Rp1 juta hingga Rp 1 milliar, biasanya harga waralaba lokal lebih murah dari waralaba asing.

Mungkin kalau bagi pemilik modal besar bukan lah hal sulit untuk memilih jenis waralaba. Tetapi untuk pengusaha bermodal cekak rasanya sulit untuk memperoleh waralaba mahal. Nah, biasanya bagi pemilik modal cekak mereka menyasar segmen makanan dan minuman.

Seperti yang telah diutarakan Mba Aprianti, dia juga memilih segmen tersebut karena modal yang dibutuhkan tidaklah besar tetapi soal keuntungan sangatlah besar. Maklum, yang namanya usaha disektor makanan dan minuman boleh dikatakan tidak ada matinya. Karena sejatinya, manusia yang hidup pasti membutuhkan makanan dan minuman. “Katanya sih titik impasnya sekitar satu tahun hingga dua tahun,” kata dia.

Ya, menjalankan bisnis waralaba makanan dan minuman memang memiliki potensi bisnis yang sangat luar biasa apalagi kalau merk dagang sudah terkenal. Tentu sangat memudahkan kita untuk memperoleh kesuksesan.

Waralaba Lokal

Saat ini, terdapat banyak waralaba makanan dan minuman yang menawarkan waralaba dengan harga yang relatif murah. Kebanyakan dari mereka merupakan waralaba lokal, yang juga menyediakan produk yang tentunya sangat digemari masyarakat Indonesia.

“Disamping harga yang murah dan keuntungan yang dihasilkan, saya memilih waralaba ini (cireng isi dan minuman teh) karena hampir semua masyarakat Indonesia sudah tahu makanan dan minuman ini (walaupun sudah dimodifikasi),sehingga proses menjualnya pun cukup mudah,” tegas dia.

Hadirnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag No.53/M-DAG/PER/8/2012 tentang penyelenggaraan waralaba. Dimana dalam Permendag tersebut, mengatur dan juga menjaga kualitas dari waralaba yang semakin marak di dalam negeri dinilai banyak kalangan merupakan langkah tepat melindungi waralaba lokal dari kepungan waralaba asing.

Topik Terkait

franchise makanan mahal