Holcim Ajak Generasi Muda Cinta Pohon & Hutan

Festreeval Musik Holcim 2014

Sabtu, 01/03/2014

Dewasa ini yang menjadi perhatian terbesar dari peran perusahaan dalam masyarakat, adalah kepekaan dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Untuk itu Holcim senantiasa mengupayakan pelaksanaan program CSR yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat secara aktif agar dapat tumbuh bersama dan mensinergikan dengan program pemerintah.

NERACA

CSR berhubungan erat dengan pembangunan berkelanjutan, di mana suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan, melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang.

Dengan pengertian tersebut, PT. Holcim berkomitmen terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya. Untuk itu Holcim senantiasa mengupayakan pelaksanaan program yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat secara aktif agar dapat tumbuh bersama dan mensinergikan dengan program pemerintah.

Sebagai dukungan dalam Gerakan Penanaman 1 Milyar Pohon yang digagas Kementerian Kehutanan, perusahaaan yang selama ini dikenal sebagai perusahaan bidang Industri Konstruksi dengan Prinsip Konsep Suistanable Development (Pembangunan Berkelanjutan) bekerjasama dengan Kementerian Kehutanan menggelar kegiatan "Festreeval Musik Holcim 2014”. Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memahami fungsi dari pohon dan hutan untuk kehidupan, baik untuk sekarang hingga generasi mendatang.

Direktur Relationship Holcim Indonesia, Rusli Setiawan berharap, masyarakat terutama peserta Lomba Kreasi Jingle, semakin tergugah untuk menanam pohon dan melestarikannya.

“Kegiatan ini terdiri dari dua tahap kegiatan yaitu lomba Kreasi Jingle Lagu yang bertema 'Cinta Pohon' dan Konser Hutan sebagai puncak acaranya,” kata Rusli dalam keterangan tertulisnya yang diterima Neraca di Jakarta belum lama ini.

Disebutkan, setiap 1 karya yang dikirimkan oleh peserta maka akan dikonversikan menjadi 10 pohon, oleh karena itu setiap peserta berkontribusi dalam menghijaukan Indonesia. Selain itu, masyarakat juga dapat memberikan dukungan dengan teknis berupa vote karya favorit melalui akun sosial media kegiatan ini, dimana setiap 1 vote juga akan dikonversikan menjadi satu pohon. Lima besar finalis Lomba Kreasi Jingle Lagu akan tampil pada Konser Hutan yang akan dilaksanakan pada 8 Maret 2014 di Taman Hutan Kota Tegalega, Bandung Jawa Barat.

Musisi Ipang Lazuardi yang terlibat sebagai Juri Lomba Kreasi Jingle mengaku senang dengan komitmen perusahaan untuk mengajak generasi muda Indonesia lebih mencintai lingkungan melalui Lomba Kreasi Jingle.

"Saya berharap melalui jingle ini, bisa menjadi sarana bagi generasi muda Indonesia untuk gemar menanam pohon dan melestarikan hutan dan lingkungan. Saya sendiri merasa bangga menjadi bagian kegiatan ini, sebab apa yang dilakukan ini merupakan terobosan baru," kata Ipang

Selain lomba jingle yang diselenggarakan berkerjasama dengan Kementrian Kehutanan, Holcim juga telah mengadakan kegiatan lainnya yang mendukung kelestarian lingkungan sebagai bentuk komitmen Holcim terhadap prinsip berkelanjutan.

Pada tahun 2011 Holcim Indonesia bekerjasama dengan IPB membangun Hutan Pendidikan Holcim ( Holcim Educational Forest) di area bekas tambang yang sudah tidak ekonomis di Cibadak Sukabumi, Jawa Barat.

Hutan Pendidikan seluas 60 hektar, dicanangkan berguna bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar, kegiatan akademisi, tujuan wiasata alam, dan kunjungan pendidikan alam bagi anak-anak usia sekolah.

Di Holcim Educational Forest (HET) atau Hutan Pendidikan Holcim, Holcim dan IPB melakukan penanaman berbagai jenis pohon dengan memperhatikan kondisi penunjang di area sekaligus iklim ditempat tersebut.

Tak hanya itu, Holcim Indonesia dengan lokasi pabriknya yang strategis di tiga provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah dan JawaTimur juga turut berperan aktif mensukseskan gerakan menanam pohon. Di Jawa Tengah, Holcim Indonesia telah mengembangkan Hutan Kota yang berdampingan dengan pabrik. Kehadiran Hutan Kota seluas 46 hektaratau 39 % dari luas area pabrik telah membuktikan adanya kesimbangan yang tidak mengganggu lingkungan bahkan merupakan bagian dari upaya meningkatkan lingkungan dengan berbagai manfaat positif.