Mendidik Para Sopir Angkutan

Sabtu, 01/03/2014

Mendidik Para Sopir Angkutan

Tanggung jawab sopir atau pramudi bus Transjakarta dan sebangsanya, termasuk Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) adalah mengemudikan armadanya dan mengantarkan seluruh penumpang dari halte satu ke halte tujuannya dengan nyaman, aman, dan tepat waktu. Tapi juga mengendarainya secara benar agar bus yang dipegangnya tidak mogok, atau lekas rusak.

Agar terlahir pramudi Transjakarta yang bertanggung jawab, para calon yang akan direkrut harus menjalani serangkaian pelatihan. Lembaga pelatihan pramudi, juga bagi para tenaga perawatan atau teknisi, akan diupayakan oleh Dinas Perhubungan DKI yang bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait. Di antaranya kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) atau produsen pembuat bus Transjakarta, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI, serta Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya.

“Sebagai produsen, mereka pasti punya training center untuk produk-produk mereka. Dengan melibatkan para pihak tersebut, sertifikasi pelatihan pramudi ini akan mendapat pengakuan secara legal formal dan berkompeten,” kata Akbar.

Praktisi transportasi Rudy Thehamihardja meyakini, pihak Transjakarta juga operatornya, akan kesulitan merekrut para pramudi dalam jumlah besar. Apa penyebabnya, Rudy menyatakan, selama ini memang sulit mengubah karakter para sopir Kopaja dan Metromini yang terkesan ugal-ugalan dan tak mau diatur.

Menurut Rudy, bukannya mereka tak mau atau susah diatur. Persoalan yang selama ini dihadapi para awak angkutan umum karena sifatnya sosiologis dan psikologis. Kongkretnya apa dan bagaimana? “Nasib mereka yang tak dijamin, menyebabkan mereka harus berjuang keras agar bisa bertahan hidup dan mampu membayar setoran dan bisa menyisihkan uang untuk dibawa pulang,” kata dia.

“Jika pemerintah atau Transjakarta mau memberikan jaminan sosial, termasuk asuransi kecelakaan dan sakit, mereka pasti bisa berubah karakternya,” ujar Rudy yang juga aktif di Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Akbar juga sependapat. Pengakuan terhadap para sopir angkut yang akan direkrut menjadi pramudi Transjakarta itu diberikan dalam bentuk gaji tetap yang sangat layak. Dia yakin, mereka yang lolos seleksi dan terpilih, tidak akan menyia-nyiakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pramudi. Sebab, kalau sampai dipecat karena tidak disiplin dan tetap ugal-ugalan, sulit bagi dia untuk memperoleh gaji yang sepadan dengan gaji pramudi Transjakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun mengatakan, rencana pelatihan untuk sopir-sopir Kopaja dan Metromini akan dilakukan jika bus-bus yang dibeli oleh Pemprov DKI sudah datang. "Nanti kita akan minta dari Hino atau dari Scania untuk latih," kata Basuki. (saksono)