BCA Berikan Peralatan Operasi Katarak Berteknologi Canggih

Bantu Perdami

Sabtu, 01/03/2014

NERACA

Katarak merupakan kekeruhan lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Jika sudah parah, selaput katarak dapat menghalangi masuk cahaya secara total, sehingga mengakibatkan kebutaan. Di Indonesia, katarak merupakan sumber kebutaan yang paling umum. Setiap tahunnya terdapat 210.000 penderita katarak baru yang muncul.

Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami), dr Yeni Dwi Lestari menuturkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita katarak tertinggi di ASEAN, yaitu 1,5% dari seluruh penderita katarak di dunia. Angka kebutaan di Indonesia pun diperkirakan 1,5% dari seluruh penduduk, di mana sebagian besar atau 50% di antaranya disebabkan oleh katarak.

"Ini berkaitan dengan proses penuaan, karena di Indonesia usia harapan hidup semakin tinggi," kata dia.

Untuk mengobati kebutaan, penderita harus melakukan pembedahan untuk mengeluarkan lensa yang keruh tersebut, dan kemudian menggantinya dengan lensa tanam buatan. Dalam penanganan tersebut, kebutuhan akan peralatan operasi katarak dengan harga terjangkau sangat diperlukan.

Banyaknya kebutuhan ini mendorong BCA untuk memberikan donasi, berupa dana tunai guna membeli peralatan operasi, yaitu mikroskop dan mesin fako-emulsifikasi. Donasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus dalam rangkaian kegiatan HUT ke-57 BCA tahun ini.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita katarak tertinggi di antara negara ASEAN, yaitu 1,5% dari seluruh penderita katarak di dunia. Karena itu, kebutuhan akan layanan operasi katarak dengan harga terjangkau sangat diperlukan.

Alat ini, lanjut dia, merupakan mikroskop portabel, yakni salah satu komponen dari teknik operasi katarak, yaitu fako-emulsifikasi. Teknologi canggih ini diharapkan dapat memudahkan tenaga medis dan relawan untuk melakukan operasi katarak hingga ke pelosok Tanah Air. Pasalnya, selama ini salah satu kesulitan untuk memberikan operasi kepada masyarakat, terutama di daerah, dikarenakan minimnya peralatan operasi. Harga alat ini sekitar Rp 385 juta.

"Menjawab kebutuhan, BCA menyerahkan bantuan pengadaan alat operasi katarak kepada Perdami," kata Jahja.

Selain berupaya memfasilitasi para penderita, khususnya yang kurang mampu akan layanan dan peralatan operasi di Indonesia, dalam kesempatan yang sama, BCA juga melakukan operasi katarak gratis di Klinik Nur Hikmah, Parung, Bogor.

“Diharapkan melalui bantuan pengadaan alat operasi katarak dan pelaksanaan operasi katarak ini dapat mengembalikan penglihatan para penderita, sehingga kembali beraktifitas dan tidak bergantung kepada orang lain,” ujar dia.