BCA Berikan Peralatan Operasi Katarak Berteknologi Canggih - Bantu Perdami

NERACA

Katarak merupakan kekeruhan lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Jika sudah parah, selaput katarak dapat menghalangi masuk cahaya secara total, sehingga mengakibatkan kebutaan. Di Indonesia, katarak merupakan sumber kebutaan yang paling umum. Setiap tahunnya terdapat 210.000 penderita katarak baru yang muncul.

Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami), dr Yeni Dwi Lestari menuturkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita katarak tertinggi di ASEAN, yaitu 1,5% dari seluruh penderita katarak di dunia. Angka kebutaan di Indonesia pun diperkirakan 1,5% dari seluruh penduduk, di mana sebagian besar atau 50% di antaranya disebabkan oleh katarak.

"Ini berkaitan dengan proses penuaan, karena di Indonesia usia harapan hidup semakin tinggi," kata dia.

Untuk mengobati kebutaan, penderita harus melakukan pembedahan untuk mengeluarkan lensa yang keruh tersebut, dan kemudian menggantinya dengan lensa tanam buatan. Dalam penanganan tersebut, kebutuhan akan peralatan operasi katarak dengan harga terjangkau sangat diperlukan.

Banyaknya kebutuhan ini mendorong BCA untuk memberikan donasi, berupa dana tunai guna membeli peralatan operasi, yaitu mikroskop dan mesin fako-emulsifikasi. Donasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus dalam rangkaian kegiatan HUT ke-57 BCA tahun ini.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaadmadja mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita katarak tertinggi di antara negara ASEAN, yaitu 1,5% dari seluruh penderita katarak di dunia. Karena itu, kebutuhan akan layanan operasi katarak dengan harga terjangkau sangat diperlukan.

Alat ini, lanjut dia, merupakan mikroskop portabel, yakni salah satu komponen dari teknik operasi katarak, yaitu fako-emulsifikasi. Teknologi canggih ini diharapkan dapat memudahkan tenaga medis dan relawan untuk melakukan operasi katarak hingga ke pelosok Tanah Air. Pasalnya, selama ini salah satu kesulitan untuk memberikan operasi kepada masyarakat, terutama di daerah, dikarenakan minimnya peralatan operasi. Harga alat ini sekitar Rp 385 juta.

"Menjawab kebutuhan, BCA menyerahkan bantuan pengadaan alat operasi katarak kepada Perdami," kata Jahja.

Selain berupaya memfasilitasi para penderita, khususnya yang kurang mampu akan layanan dan peralatan operasi di Indonesia, dalam kesempatan yang sama, BCA juga melakukan operasi katarak gratis di Klinik Nur Hikmah, Parung, Bogor.

“Diharapkan melalui bantuan pengadaan alat operasi katarak dan pelaksanaan operasi katarak ini dapat mengembalikan penglihatan para penderita, sehingga kembali beraktifitas dan tidak bergantung kepada orang lain,” ujar dia.

BERITA TERKAIT

Tokio Marine Berikan Ruang Untuk Berkarya - Peduli Anak-Anak Kanker

NERACA Jakarta – Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, Tokio Marine Life Insurance Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap…

BPK: Menyimpang Jika Tak Dialokasikan APBD - TIDAK SEMUA DAERAH SANGGUP BERIKAN THR DAN GAJI KE-13

Jakarta-Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis menilai, pemberian kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi para…

MANDIRI BANTU PENGAMANAN ASIAN GAMES 2018

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis (kiri) bersama SVP Government and Institutional Bank Mandiri Teddy Y. Danas (kanan) menyaksikan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Lewat Permainan Interaktif Digital - SHARP Bersedekah Bagikan 1000 Paket di 22 Kota

Indahnya berbagi kepada sesama kembali dilakukan PT SHARP Electronics Indonesia. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility…

APP Sinar Mas Wakafkan 10 Ribu Al-Quran ke Penjuru Riau

Melanjutkan program tahun sebelumnya, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama PT Arara Abadi, PT Indah Kiat Pulp &…

Sinergi Dalam Kebaikan - Pertamina Santuni 38 Ribu Anak Yatim dan Dhuafa

Memanfaatkan keberkahan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, PT Pertamina (Persero) pacu meningkatkan kinerja dan semangat spiritualitas dengan…