Semen Baturaja Makin Agresif Bangun Pabrik

Nilai Investasi Capai Rp 2,9 Triliun

Kamis, 27/02/2014

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksinya, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berencana membangun pabrik baru ketiganya di wilayah Jambi. Perseroan memperkirakan nilai investasi pabrik tersebut sekitar Rp2,9 triliun.

Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Raharjo mengatakan, persreoan saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan. Rencananya, lahan yang akan dibebaskan mencapai 5.000 hektar (ha),”Pembangunan pabrik di Jambi masih dalam proses pembebasan lahan dan akan menempati lahan seluas 5.000 ha. Saat ini, lahan yang baru dibebaskan sekitar 500 ha senilai Rp50 miliar. Kalau sesuai IUP (Izin Usaha Pertambang) seluas 5.000 ha,”ujarnya di Jakarta, Rabu (26/2).

Menurut Pamudji, kapasitas produksi dan investasi pabrik baru di Jambi akan disamakan dengan pembangunan Pabrik Baturaja II yang berlokasi di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Sedangkan, pabrik kedua tersebut masih dalam proses persiapan pembangunan.

Disebutkan, kapasitas pabrik Jambi sekitar 1,85 juta ton per tahun dan investasinya sekitar Rp2,8 triliun sampai Rp2,9 triliun. Namun, kalau dolar Amerika Serikat menurun, maka investasi akan menurun juga. Sementara untuk pendanaan ekspansi tersebut, kata Pamudji, perseroan memiliki banyak cara, seperti penerbitan obligasi, rights issue ataupun pinjaman perbankan. Meski demikian, perseroan masih belum memutuskan langkah apa yang akan diambil,”Kita akan memiliki berbagai macam sumber pendanaan, tapi belum kita tentukan. Perseroan akan melihat kondisi pasar saja nantinya," kata dia.

Selain itu, perseroan pada tahun ini siap menyuntikkan dana sekitar Rp600 miliar untuk tahap awal pembangunan pabrik semen Baturaja II yang berlokasi di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Nantinya, alokasi dana ini nantinya akan digunakan untuk pembayaran uang muka pembangunan proyek pabrik kedua. Rencana ini merupakan bagian dari total rencana investasi yang mencapai Rp2,8 triliun,”Tahun ini kami akan menyuntikan dana Rp600 miliar sebagai down payment (DP) biaya pembangunan pabrik kedua senilai total Rp2,8 triliun,” kata Pamudji.

Disamping itu, perseroan juga telah merampingkan jumlah kontraktor yang bertugas menggarap pembangunan pabrik berkapasitas 1,85 juta ton pertahunnya itu. Dari 12 kandidat perseroan telah merampingkannya menjadi empat kontraktor, dimana tiga kontraktor berasal dari Eropa dan satu sisanya dari wilayah Asia.

Menurut Pamudi, investasi terbesar kemungkinan akan dikeluarkan pada tahun 2015 mendatang, hal ini bertujuan untuk mengejar target operasiobal di kuartal IV tahun 2016 mendatang,”Tahun depan kami akan menyuntikkan dana lagi untuk proyek Baturaja II sekitar Rp1,5 triliun, dan kemudian sisanya akan digelontorkan pada tahun 2016. Jika proyek ini sudah dapat dirampungkan akan menambah kekuatan penjualan perseroan di wilayah Sumatra,”tuturnya.

Bagikan Dividen

Kemudian perseroan juga berencana membagikan dividen sebesar Rp62,44 miliar kepada pemegang sahamnya dari laba bersih yang diperoleh perseroan pada akhir tahun lalu. Sebagai informasi, sepanjang tahun 2013, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp312,18 miliar.

Kata Pamudji Raharjo, pihaknya berkomitmen untuk membagikan dividen sesuai prospektus perseroan pada saat melangsungkan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di tahun lalu,”Kami akan bagikan dividen sebesar 20 persen dari total laba bersih yang diperoleh Semen Baturaja pada 2013,”ungkapnya.

Dengan demikian, dapat diperkirakan Semen Baturaja akan mengalokasikan uang sebesar Rp62,43 miliar untuk dividen. Namun, rencana ini tetap akan didiskusikan kembali oleh manajemen dan pemegang saham perseroan nanti dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada bulan Maret 2014,”Kami akan gelar RUPST pada tanggal 24 Maret 2014 guna meminta persetujuan kepada pemegang saham untuk mengalokasikan sebagian keuntungan SMBR untuk dividen," tutur Pamudji. (bani)