Adaro Divestasi 35% Saham PT Servo Meda Sejahtera

Kantungi Dana Sebesar US$ 25,13 Juta

Kamis, 27/02/2014

NERACA

Jakarta – Anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Alam Tri Abadi (ATA) telah menandatangani akta jual beli saham untuk mendivestasikan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Servo Meda Sejahtera (SMS) sebanyak 35% dengan nilai US$25,13 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (26/2).

Jumlah tersebut merupakan total dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam SMS atau sebanyak 360.500 lembar saham. Saham tersebut dijual kepada dua pihak, yaitu PT Perusahaan Palembang Investama sebanyak 216.300 lembar saham senilai US$15,08 juta, dan PT Energi Karya Persada sebanyak 144.200 lembar saham senilai US$10,05 juta.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir mengatakan, penjualan SMS konsisten dengan fokus perseroan untuk menjaga neraca keuangan yang solid serta sejalan dengan tujuan jangka panjang perseroan yaitu menciptakan nilai maksimum yang berkelanjutan dari batubara Indonesia,“Integrasi vertikal yang merupakan strategi kami tetap berjalan, sebagaimana sekarang Adaro akan fokus pada integrasi pit to power di Sumatera Selatan”, katanya.

Meskipun telah mendivestasikan seluruh kepemilikan sahamnya di SMS, perseroan tetap mempunyai hak untuk menggunakan jalan khusus tambang batubara yang dimiliki oleh PT Servo Lintas Raya, dan juga fasilitas pelabuhan yang dioperasikan oleh PT Swarnadwipa Dermaga Jaya, yang mana kedua perusahaan tersebut dikendalikan oleh SMS.

Dia menjelaskan, hak akan penggunaan jalan ini akan dituangkan dalam perjanjian khusus setelah jalan khusus tambang batubara dan fasilitas pelabuhan beroperasi secara komersial. Hak tersebut dapat digunakan sampai dengan berakhirnya ijin-ijin pertambangan yang dimiliki oleh perusahaan pertambangan afiliasi dari ATA yang menggunakan hak tersebut.

Perseroan juga percaya bahwa dibawah kepemilikan pemegang saham baru, SMS akan tetap beroperasi dengan baik, serta berkontribusi untuk masyarakat sekitar. SMS menyediakan pelayanan logistik batubara yang terintegrasi di Sumatera Selatan. SMS diakuisisi Adaro pada Oktober 2011 senilai Rp200 miliar.

Selain itu, piutang ATA senilai US$16,67 juta dan Rp499,20 miliar turut dialihkan dan/atau dilunasi. Transaksi-transaksi tersebut dilakukan ATA dengan pihak-pihak yang merupakan afiliasi dari Titan Group dan Trafigura Pte. Ltd.

Perseroan juga telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga US$250 juta untuk tahun ini atau lebih besar dibandingkan dengan belanja modal tahun sebelumnya yang US$200 juta. Sekretaris Perusahaan, Devindra Ratzarwin dalam keterangan resmi perseroan beberapa waktu lalu mengungkapkan, belanja modal tahun ini akan digunakan untuk meningkatkan produksi batubara perseroan dan menyelesaikan bebberapa proyek yang sedang berjalan seperti konstruksi jalur pengangkutan dan jembatan.

Perseroan juga melanjutkan pengeboran untuk mengetahui cadangan batubara di Balangan, dan memperkirakan akan memulai produksi pada akhir semester pertama 2014. Pada kuartal ke empat tahun lalu, perseroan mencatat volume produksi batubara sebesar 13,59 juta ton atau menjadi 52,27 juta ton dalam sembilan bulan di 2013 dari periode tahun sebelumnya. (nurul)