Her : Lelaki Yang Jatuh Cinta Pada Mesin Virtual Suara

Sabtu, 01/03/2014

Teknologi memang telah menjadi teman dan bahkan bagian dari kehidupan manusia, bahkan menjadi ketergantungan. Inilah hal yang akhirnya terjadi pada filmHer. Theodore (Joaquin Phoenix), seorang pria kesepian yang sedang berada di tahap akhir proses perceraiannya. Pasca dilayangkannya surat cerai itu, hidup Theo menjadi statis, dan ia cenderung murung dalam melakukan aktifitasnya.

Theo bekerja pada sebuah perusahaan online. Ia adalah seorang penulis surat yang dipesan oleh kliennya dan ditujukan untuk seseorang. Merangkai kata-kata indah bukanlah masalah baginya. Kesendirian, kesepian, dan kemurungan Theo ini lambat laun menjauh setelah ia membeli sebuah teknologi baru yang cerdas yang disebut OS1 (Operating System). OS1 merupakan teknologi canggih. Theo sebagai pengguna mampu berbicara, bertukar pikiran, bahkan OS1 ini akan sangat mengenal pribadi sang pengguna.

Melalui media suara, OS1 milik Theo bernama Samantha (disuarakan oleh Scarlett Johansson). Setiap hari, Theo selalu online dan berbicara dengan Samantha, OS1 yang telah diprogram untuk menjadi teman dan lawan bicara si pengguna. Dengan atau tanpa sadar, Theo menikmati setiap detiknya untuk berbicara dengan teman virtualnya itu. Ia menyukai Samantha yang selalu ada untuknya, dan cepat tanggap untuk membicarakan banyak hal. Hingga akhirnya, cinta terlibat dalam hati Theo. Cintanya direbut oleh Samantha, program teknologi cerdas yang tak pernah nyata adanya.

Dengan berani, Annapurna Pictures mempersembahkanHeruntuk Anda. Sebuah kisah drama romantis yang unik dan sangat berbeda dari kisah-kisah percintaan pada umumnya. Bagaimana tidak, dalamHer, kita akan melihat bagaimana proses dan kelangsungan hubungan asmara seseorang dengan 'robot virtual buatan' yang hanya bisa muncul dari program suara.

Jika ditanya tentang keunikan, tentuHertak ada saingannya. Spike Jonze selaku sutradara dan penulis mampu menggiring kisah yang terbilang langka ini menjadi sesuatu tontonan yang segar dan sangat menghibur. Tak jarang sisi humor juga terdapat dalam filmHerlantaran kisahnya yang sedikit tak masuk akal.

Begitulah cinta, tak ada lagi akal sehat yang digunakan ketika kita sudah merasakannya. Sebagai pemeran utama, Joaquin juga patut diacungi jempol. Totalitas dan keseriusan aktingnya dapat dilihat dari bagaimana ia mampu mencintai figur wanita yang tak pernah ada di muka bumi. Dan bagaimana ia berseteru dengan dirinya sendiri juga lingkungannya, namun ia tetap memilih untuk mencinta.