BCA Serahkan Pengadaan Alat operasi Katarak

NERACA

Jakarta -Melalui program Bakti BCA, PT Bank Central Asia (BCA) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan CSR dengan menyerahkan bantuan pengadaan alat operasi katarak kepada Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK-Perdami)

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja menjelaskan, di antara Negara-negara ASEAN Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penderita katarak tertinggi, yakni 1,5% dari jumlah seluruh penderita katarak di seluruh dunia.

“Oleh sebab itu, kebutuhan akan layanan operasi katarak dengan harga yang terjangkau sangat diperlukan. Menajwab kebutuhan itu, BCA menyerahkan bantuan alat operasi katarak,” kata Jahja di Jakarta, Rabu (25/2).

Sekretaris Perusahaan BCA, Inge Setiawati menjelaskan kebutuhan akan layanan dan peralatan operasi katarak yang tinggi ini membuat BCA selalu berupaya memfasilitasi para penderita katarak yang kurang mampu untuk dapat menjalani operasi.

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan. Selaput katarak dapat menghalangi masuk cahaya secara total sehingga mengakibatkan kebutaan. Di Indonesia seniri, katarak merupakan sumber kebutaan paling umum, dimana setiap tahunnya terdapat 210 ribu penderita katarak baru. Untuk mengobatinya, penderita harus melakukan pembedahan untuk mengeluarkan lensa keruh dan mengganti dengan lensa buatan. Operasi katarak dilakukan dengan mikroskop dan mesin fakoemulsifikasi, yang memanfaatkan getaran ultrasonic untuk menghancurkan selaput katarak.

“Selain bantuan tersebut, hari selasa, BCA juga melakukan operasi katarak gratis di Klinik Nur Hikmah, Parung Bogor, BCA berharap melalui bantuan pengadaan alat operasi katarak dan pelaksanaan operasi katarakk ini dapat mengembalikan penglihatan para penderita sehingga dapat kembali beraktifitas,” jelas Inge.

Inge juga mengungkapkan, kedua kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan CSR yang dilakukan sebagai ungkapan syukur serta apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah memberi dukungan dan kepercayaan kepada BCA.

Sebelumnya, BCA juga telah menggelar pengobatan gratis di Desa Wisata Bleberan. Pengobatan dan USG gratis juga digelar BCA kepada masyarakat di wilayah Duri Utara. Tak hanya itu, BCA juga menyalurkan bantuan kepada korban pasca banjir bandang Manado dan daerah Pantura Subang, Pati dan Kudus.

Selain itu, BCA juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah benacana erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud. “Semuanya dilakukan untuk membuktikan komitmen BCA untuk menjawab kebutuhan nasabah, bahkan masyarakat Indonesia,” tandas Inge. [sylke]

BERITA TERKAIT

BCA Serahkan Beasiswa Di Universitas Mulawarman

    NERACA   Samarinda - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memberikan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan dan peningkatan…

PTPP Optimis Capai Arus Kas Operasi Positif - Persaingan Industri Konstruksi Sengit

NERACA Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia memperkirakan arus kas operasi positif…

BCA Dorong 60 Debiturnya Go Public

Dukung industri pasar modal dalam meningkatkan jumlah emiten tercatat di pasar modal, PT Bank Central Asia Tbk mendorong sekitar 60…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…