Renuka Targetkan Produksi Dua Kali Lipat

Produksi Baturabara 800 Ribu Ton

Rabu, 26/02/2014

NERACA

Jakarta- Sebagai emiten pertambangan, PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) cukup optimis dengan kinerjanya pada tahun ini. Perseroan menargetkan dapat meningkatkan volume produksi batu baranya hingga 100% menjadi 800 ribu ton dari volume produksi batubara pada 2013 sebesar 400 ribu ton.

Komisaris Utama Renuka Coalindo, J Suresh Kumar mengatakan, perseroan memiliki pasar penjualan yang cukup baik di wilayah India, selain di China. “Kami optimis volume produksi batubara Perseroan dapat meningkat dua kali lipat menjadi 800 ribu ton dari 400 ribu ton,” katanya di Jakarta, Selasa (25/2).

Sebagai strategi perseroan untuk mencapai target tersebut, menurut dia, pihaknya akan lebih selektif dengan pemilihan kontraktor pertambangan yang baik. Selain itu, perseroan juga akan fokus untuk melakukan penghematan biaya produksi untuk mempertahankan marjin pada tahun ini. “Kami akan lakukan penghematan guna mempertahankan marjin,” ujarnya.

Menurut dia, perseroan tidak serta-merta mengubah rencana pertambangan demi menyesuaikan kondisi pasar batu bara global maupun domestik. Dia berharap, pihaknya akan berhasil menjual seluruh total produksi sebesar 800.000 ton yang menjadi bagian dari rencana pertambangan (mining plan) jangka panjang. Pihaknya akan terus memantau perkembangan pasar batu bara yang tercatat cukup fluktuatif. “Market sekarang soft. Kami wacthing the market,” ujarnya.

Tercatat, harga batu bara acuan dalam data Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada periode Februari 2014 berada di posisi US$80,44 per ton. Jika berpatokan pada harga itu, maka dapat diasumsikan emiten pertambangan ini akan mencatatkan pendapatan sebesar US$64,35 juta pada tahun ini.

Sementara itu, untuk mendukung kinerjanya di tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal (capex) kurang dari US$1 juta yang akan digunakan untuk pembebasan lahan dan beberapa hal lainnya. “Sumbernya dari internal kami sendiri dan dukungan dari parent company. Kami tidak ada rencana mencari sumber pendanaan baru,” jelasnya.

Diketahui, Renuka Coalindo semula bernama PT Sanex Qianjiang Motor International. Perseroan melakukan kegiatan pertambangan batu bara melalui anak usaha, PT Jambi Prima Coal yang memiliki tambang di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Adapun pemegang saham mayoritas Renuka (80%) yaitu Renuka Energy Resource Holdings, merupakan entitas anak Shree Renuka Energy Ltd (Grup Renuka), perusahaan asal India.

Sekretaris Perusahaan Renuka Eka Nikawanti mengatakan, dalam Rapat Umum pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan, pihaknya menunjuk kembali Shantanu Lath sebagai Direktur Utama, serta Suresh dan Juninho Widjaja masing-masing sebagai Komisaris Utama dan Komisaris.(lia)