Waspadai Investasi Janjikan Keuntungan Besar

Mencegah kembali terulangnya penipuan investasi bodong, Pusat Informasi Pasar Modal Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menggelar sosialisasi dan edukasi terhadap segala bentuk penipuan investasi dengan modus menawarkan keuntungan besar tiap bulannya,”Kadang-kadang masyarakat yang baru pemula dalam berinvestasi dapat terbuai dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan di luar kewajaran dengan janji tempo yang cepat," kata Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza di Yogyakarta, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, kebanyakan motif penipuan tersebut dilakukan dengan menjanjikan keuntungan di luar kewajaran dan cepat. Selain itu, kata dia, pelaku penipuan juga seringkali dapat diketahui dengan ketidak jelasan struktur organisasi.

Untuk menghindari penipuan itu, kata dia, calon investor pertama-tama harus memahami cara berinvestasi secara komprehensif serta mengetahui cara untuk menghindari resiko dalam berinvestasi,”Ketika akan berinvestasi pada suatu perusahaan, harus dipastikan telah memiliki badan hukum yang jelas dan terdaftar," ujarnya.

Menyikapi hal itu, dia mengatakan akan terus meningkatkan sosialisasi cara berinvestasi yang benar, serta mendorong calon investor untuk berkonsultasi dengan PIPM DIY."Kami selalu mempersilakan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai cara berinvestasi dengan benar," katanya.

Selain itu, lanjut dia, guna memastikan apakah suatu perusahaan yang menawarkan investasi telah memiliki izin dan aman dapat menanyakan langsung kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui nomor pelayanan (021) 500650. Asal tahu saja, rata-rata nilai transaksi saham di DIY saat ini antara Rp230 miliar - Rp240 miliar per bulan.

Menurut Irfan, munculnya berbagai modus penipuan itu juga seiring dengan perkembangan kesedaran masyarakat untuk melek investasi,”Masyarakat yang dulunya hanya gemar menabung uang, saat ini sudah mengerti bahwa mereka dapat meningkatkan harta atau uangnya dengan berinvestasi,"ujarnya. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Waspadai Defisit Perdagangan

Data BPS mencatat neraca transaksi perdagangan Indonesia (NPI) pada akhir Desember 2018 defisit US$8 miliar lebih, kontras dengan periode akhir…

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target - Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138

Tahun 2018, Laju Investasi PMDN di Kota Sukabumi Lebihi Target Penyerapan Tenaga Kerjanya Mencapai 5.138 NERACA Kota Sukabumi - Laju…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…