Eureka Prima Akuisisi Apartemen Senopati

Kucurkan Dana Rp 150-325 Miliar

Rabu, 26/02/2014

NERACA

Jakarta – Emiten properti, PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP) tengah dalam proses akuisisi kepemilikan 65% saham Apartemen Senopati Penthouse yang dimiliki oleh PT Senopati Aryani Prima, “Untuk membiaya akuisisi apartemen yang memiliki 22 lantai dan 80 unit ini, perseroan telah memperoleh beberapa penawaran pendanaan dari beberapa bank dan private equity fund, ada bank lokal dan asing yang menawarkan kami untuk membiayai rencana akuisisi itu,”kata Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk Denny Bustami di Jakarta, Senin (25/2).

Dia menjelaskan, perseroan akan mengakuisisi kepemilikan saham Apartemen Senopati Penthouse kurang lebih senilai Rp150-325 miliar. Nantinya, dengan menggelontorkan dana akuisisi tersebut, perseroan akan menjadi pemegang saham mayoritas atau 65% sahamnya.

Menurutnya, dengan aksi korporasi ini, proyek tersebut akan menambah pendapatan perseroan kurang lebih sebesar Rp250 miliar pada tahun 2014. Mengingat transaksi ini merupakan transaksi akuisisi benturan kepentingan, maka kesepakatan ini akan menjadi efektif setelah disetujui oleh mayoritas pemegang saham Iindependen.

Sementara itu, proses finalisasi sedang berlangsung dan direncanakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Nantinya, perseroan atau melalui anak usaha yang bakal dibentuk akan menjadi pemegang saham mayoritas dari Apartemen Senopati Penthouse tersebut.“Manajemen akan segera melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) sebelum atau paling lambat bersamaan dengan RUPS Tahunan Perseroan tahun 2014 guna mendapatkan persetujuan dari pemegang saham independen LCGP atas rencana akuisisi itu”, tandasnya.

Perseroan, menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp800 miliar. Dana capex ini akan dipergunakan untuk ekspansi bisnis perusahaan dibidang properti tahun ini. Sumber pendanaan capex tahun ini akan diambil dari sisa dana hasil right issue perseroan tahun lalu sebesar Rp500 miliar.“Sementara, sisanya akan menggunakan kas internal perseroan. Pada 2013 kemarin kami berhasil mengantongi dana segar dari hasil right isssue senilai Rp 1,3 triliun”, katanya.

Dimana sekitar Rp800 miliar dana hasil right issue itu sudah digunakan untuk proses akuisisi lahan di wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur. “Kami sudah gunakan dana hasil right issue hingga saat ini sebesar Rp 800 miliar. Dana itu kami gunakan untuk akuisisi lahan atau sesuai dengan prospektus terkait rencana penggunaan dana hasil right issue tersebut”, jelasnya.

Perseroan juga akan serius mengembangkan bisnis yang digeluti saat ini yakni properti. Hal ini dibuktikan oleh perseroan yang juga membidik lahan yang berpotensi di Pulau Bali guna menambah pendapatan sehingga dapat lebih mempercantik kinerjanya di tahun yang akan datang.“Lahan di Bali sangat cocok untuk dikembangkan menjadi hotel dan kondotel. Karena, Bali merupakan kota tujuan wisatawan baik lokal ataupun asing, sehingga perusahaan tergiur ingin menangkap peluang bisnis tersebut di Bali”, ungkapnya.

Namun, dia belum mau menjelaskan besaran dana yang akan disiapkan guna mengakuisisi lahan di Bali untuk dijadikan hotel dan kondotel. Pihaknya juga belum menyebutkan daerah di Bali yang tengah dibidik untuk digarap menjadi hotel dan kondotel itu.“Kami masih mencari lahannya sehingga, bagaimana kita menghitung biayanya. Tunggu saja nanti, kalau sudah dapat dan kami siap untuk mengakuisisinya, pasti kami akan umumkan ke publik”, ujarnya. (nurul)