Greenwood Akuisisi Lahan Senilai Rp120 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Greenwood Sejahtera Tbk (GWSA) memperluas lahannya di Surabaya dengan melakukan pembelian lahan sebesar Rp120 miliar dari PT Bangun Gitanusa Sarana. Dalam perjanjian pengikatan jual beli lahan yang dilakukan kedua belah pihak, luas lahan yang disepakati adalah 3.578 meter persegi. Informasi ini disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Greenwood Sejahtera Tbk, Linda Halim dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (25/2).

Disebutkan, perseroan membeli lahan yang terletak di Jl. Abdul Wahab Siamin, Kelurahan Dukuh Pakis, Surabaya milik PT Bangun Gitanusa Sarana. Penandatanganan perjanjian pengikatan jual beli ini sendiri dilakukan pada 21 Februari 2014. Transaksi tersebut menurut perseroan bukan merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material sehingga tidak memiliki benturan kepentingan.

Untuk mendukung kinerjanya di bisnis properti, perseroan menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan tower perkantoran kedua dan ketiga di atas lahan seluas 3,2 hektar dengan nilai akuisisi lahan sebesar Rp 600 miliar. Direktur PT Greenwood Sejahtera Tbk, Dedy Soetianto pernah mengatakan, tower kedua dan ketiga itu merupakan rangkaian dari tiga tower perkantoran The Citi Center (TCC) Batavia. Adapun pembangunan untuk tower pertamanya telah diselesaikan pada 12 Desember 2012.

Menurut Dedy, pihaknya menganggarkan dana untuk akuisisi lahan TCC tahap kedua dan ketiga sebesar Rp 382,44 miliar yang didapatkan dari perolehan penawaran perdana saham dan kas internal. Meski pada kuartal ketiga emiten properti ini mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 66,23% menjadi Rp115,61 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp342,45 miliar perseroan optimis dapat mencatatkan laba bersih menjadi Rp 444 miliar pada 2013 dari perkiraan perolehan laba bersih 2012 sekitar Rp 435 miliar.

Dalam laporan keuangan perseroan, penurunan laba bersih yang dicatatkan Per September 2013 diikuti dengan pendapatan usaha yang mengalami penurunan tajam menjadi Rp64,28 miliar dari pendapatan usaha sebelumnya Rp610,01 mliar dan beban pokok tercatat Rp20,87 miliar dari beban pokok sebelumnya Rp302,86 miliar.

Laba kotor menjadi Rp37,41 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya Rp307,15 miliar. Sementara penghasilan lain-lain naik jadi Rp83,84 miliar dari penghasilan lain-lain sebelumnya Rp65,32 miliar. Laba sebelum pajak diraih Rp121,25 miliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp372,48 miliar. Total aset per September 2013 turun menjadi Rp1,99 triliun dari total aset per Desember 2012 yang Rp2,07 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Pengguna Internet 93,4 Juta, Bisnis Online RI Tembus US$12 Miliar - Perdagangan Daring

NERACA Jakarta – Nilai bisnis online di Indonesia mencapai US$12 miliar seiring dengan tingginya pengguna internet yang tercatat 93,4 juta…

Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk…

Terregra Asia Siapkan Capex US$ 1 Miliar - Bangun Pembangkit Lisrik 500 MW

NERACA Jakarta – Danai pembangunan pembangkit litrik dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy dengan kapasitas 500 megawatt…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…