Pendapatan Astra Graphia Capai Rp 2,26 Triliun

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2013, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,26 triliun atau meningkat 9,71% dibanding tahun sebelumnya Rp2,06 triliun.Disebutkan, naiknya pendapatan bersih tersebut seiring dengan naiknya beban pokok pendapatan sekitar 8,05% menjadi Rp1,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,49 triliun.

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (25/2). Di samping itu, beban penjualan juga bertambah menjadi Rp197,32 miliar dari Rp180,7 miliar, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp173,45 miliar dari Rp169,35 miliar dan kerugian selisih kurs melonjak menjadi Rp11,63 miliar dari Rp3,35 miliar dan bagian atas rugi bersih pengendalian bersama entitas naik menjadi Rp9,07 miliar dari Rp2,19 miliar.

Kendati demikian, perseroan berhasil meningkatkan penghasilan keuangan menjadi Rp7,8 miliar dari Rp4,48 miliar dan penghasilan lain-lain bersih menjadi Rp7,41 miliar dari Rp4,22 miliar. Di samping itu, perseroan juga mampu mengurangi biaya keuangan dari Rp3,32 miliar menjadi Rp1,4 miliar.

Adapun, laba bersih perseroan tercatat Rp209,01 miliar atau naik 22,09% dibanding tahun 2012 senilai Rp171,19 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp154,93 dari Rp126,90 per saham.Jumlah aset perseroan pada akhir 2013 tercatat sebesar Rp1,45 triliun atau bertambah 16,94 persen dibanding akhir 2012 senilai Rp1,24 triliun. Jumlah utang perseroan juga meningkat menjadi Rp714,56 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp606,92 miliar.

Diawal perdagangan Selasa kemarin, saham perseroan dibuka pada level Rp1.850 per saham atau naik 10 poin dibanding penutupan perdagangan Senin awal pekan di level Rp1.840 per saham. Posisi saham ASGR pukul 15.25 WIB berada di level Rp1.855 per saham.

Belum lama ini, perseroan mendirikan anak usaha baru bernama PT Astragraphia Xprins Indonesia. Dalam pendirian anak perusahaan baru tersebut, modal yang disetorkan kurang dari 20% ekuitas perseroan. Pendirian anak perusahaan ini dilakukan antara peseroan dengan anak perushaaan lainnya, yakni PT Astra Graphia Information Technology.

Modal disetor PT Astragraphia Xprins Indonesia sebesar Rp125 juta, di mana modal yang disetor perseroan sebesar Rp124 juta atau sekitar 99,2%. Sedangkan sisanya 0,8% atau setara Rp1 juta oleh PT Astra Graphia Information Technology. Rencananya, PT Astragraphia Xprins Indonesia akan mengambil alih dan meneruskan serta mengembangkan kegiatan usaha yang terkait perdagangan, percetakan, kurir dan jasa titipan.

Kegiatan usaha tersebut saat ini dilakukan divisi Xprins dan Layan Gerak Operation perseroan. Dengan terealisasinya rencananya ini, perseroan akan fokus menjalankan kegiatan usaha utama. Adapun, pengalihan unit bisnis Xprins dan Layan gerak Operation perseroan kepada PT Astragraphia Xprins Indonesia akan dilakukan bertahap.(bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…