Askrindo-Jiwasraya Kerja Sama Risiko Kerugian

Selasa, 25/02/2014

NERACA

Jakarta - Untuk meningkatkan sinergi BUMN, Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Direktur Utama Askrindo, Antonius Chandra S Napitupulu mengungkapkan, perjanjian kerja sama ini adalah untuk meningkatkan sinergi BUMN dan bertujuan untuk mengalihkan risiko kerugian yang diakibatkan karena debitur tertanggung meninggal dunia kepada Asuransi Jiwasaraya.

"Sinergi BUMN ini untuk alihkan risiko kerugian karena karena debitur tertanggung meninggal dunia kepada Asuransi Jiwasaraya," ujar Antonius dalam siaran persnya. Sementara itu, pada sepanjang 2013 lalu, kinerja PT Askrindo menunjukkan peningkatan yang signitifkan, hal tersebut terlihat pada laba setelah pajak tahun 2013 mencapai sebesar Rp350,717 miliar dibandingkan pada tahun 2012 sebesar Rp246,71 miliar.

Untuk Kinerja pada tahun 2014 Laba sebelum pajak sebesar Rp403,1 miliar atau setara dengan 115% dari target yang ditetapkan sebesar Rp350,72 miliar. Pendapatan Underwritting tahun 2013 sebesar Rp1,106 triliun atau meningkat dari tahun 2012 yang sebesar Rp698,59 miliar.

Sedangkan Hasil Investasi Tahun 2013 tercatat sebesar Rp278,9 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 43,6% dari hasil Investasi tahun 2012 Rp194,2 miliar.

Askrindo juga mencatatkan plafond penyaluran KUR pada 2013 dengan jumlah yang dijaminkan mencapai Rp40,1 triliun. Angka ini naik dibanding periode tahun lalu sebesar Rp34,3 triliun. Pemerintah menargetkan pada tahun 2014 ini penjaminan kredit secara nasional untuk KUR mencapai Rp37,38 triliun.

Sedangkan untuk premi penjaminan Non KUR (Asuransi Kredit dan Suretyship) pada tahun 2013 mencapai sebesar Rp715,26 miliar atau melebihi anggaran tahun 2013 sebesar Rp397,52 miliar.[sylke]