Juni, Jalur Pantura Selesai Diperbaiki - Wilayah Jawa Tengah Terparah

NERACA

Jakarta - Pemerintah mengaku dan berjanji kalau perbaikan Jalur Pantai Utara (Pantura) akan selesai pada akhir Juni 2014 mendatang. Target tersebut dikejar lantaran untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.

“Saya berjanji akan menyelesaikan perbaikan Jalur Pantura akhir bulan Juni. Target itu harus selesai sebelum Idul Fitri karena masyarakat banyak yang mudik. Jujur saja, setelah bicara begini saya malu ketemu wartawan kalau ternyata perbaikan itu baru selesai setelah Idul Fitri,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, di Jakarta, Senin (24/2).

Meski begitu, dirinya mengaku untuk saat ini Pemerintah baru sanggup melakukan pembenahan jalan Pantura dengan menutup jalur lubang saja dengan alasan sedang musim hujan. Dengan demikian, kata Djoko, perbaikan jalur tidak mungkin dilakukan secara permanen. "Jadi itu jalan memang hanya diuruk saja. Kalau rusak, ya, kita uruk lagi. Nanti awal bulan Maret barulah kita bisa melakukan perbaikan yang permanen,” klaim Djoko.

Dia mengaku bahwa saat ini tingkat kerusakan jalan di Jalur Pantura paling parah terjadi dari perbatasan Batang hingga Semarang di Jawa Tengah, di mana tingkat kerusakan mencapai 80%. Sehingga Kementerian Pekerjaan Umum jalur akan memprioritaskan untuk memperbaiki wilayah tersebut.

“Dari sepanjang lebih dari 40 kilometer Jalur Pantura, yang kondisinya rusak parah dan merata, ya, di kedua jalur itu (Batang-Semarang). Kerusakannya hampir 80% dengan kedalaman lubang mencapai 40 sentimeter dan lebar 10 meter," terangnya.

Enam titik kemacetan

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Marga, Djoko Murjanto mengatakan, kondisi serupa juga di sejumlah jalur alternatif dan jalan tembus di Pantura. Hal itu terjadi akibat terus-menerus dilalui kendaraan berat yang menghindari kemacetan pada Jalur pantura. “Kemacetan panjang terjadi hampir di setiap lokasi jalan yang rusak parah. Setidaknya ada 6 titik kemacetan akibat jalan rusak,” katanya.

Lebih jauh Murjanto menerangkan pihaknya juga akan memperbaiki Jalur Pantura di wilayah Gringsing hingga Kaliwangu di Jawa Tengah. Agar lebih efektif, kata dia, Kementerian Pekerjaan Umum akan bekerjasama dengan Polri. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa lebih waspada dan hati-hati ketika melalui Jalur Pantura yang tengah diperbaiki.

"Untuk wilayah kerja dari Gringsing hingga Kaliwungu dibagi menjadi tiga tim. Perbaikan diutamakan yang menimbulkan kemacetan dengan berkoordinasi dengan kepolisian. Ini penting supaya masyarakat tidak main asal negbut saja sedangkan di depannya ada perbaikan dan mereka tidak waspadai,” tutup Murjanto. [lulus]

BERITA TERKAIT

Berburu Cuan Bisnis Perhiasan - Hartadinata Perluas Penetrasi Pasar Luar Jawa

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masih mengandalkan penambahan gerai baru. Perusahaan tahun…

Bangun Pabrik di Jawa Tengah - PBID Targetkan Konstruksi Kuartal 1/2019

NERACA Jakarta – Rencana pembangunan pabrik baru di Jawa Tengah, terus di kejar progresnya oleh PT Panca Budi Idaman Tbk…

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur

Awal Tahun, NasionalRe Gelar Pelatihan Bagi Para Mitranya di Jawa Timur NERACA Jakarta - PT Reasuransi Nasional Indonesia atau NasionalRe…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…