IHSG Diyakini Bergerak Ke Level 5.550 Poin

NERACA

Jakarta – Meskipun di tahun ini ada Pemilu dan potensi terjadinya pelemahan ekonomi, diperkirakan tidak akan mempengaruhi laju indeks harga saham gabungan (IHSG). Bahkan, pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus bergerak naik hingga menuju level 5.550 poin,”Secara historis, apabila Presiden yang terpilih sesuai dengan ekspektasi pasar maka pemilu berdampak positif ke pasar modal (election rally) dengan IHSG di akhir 2014 kami prediksi menuju 5.550,”kata Kepala Riset Mandiri Sekuritas, John Rachmat di Jakarta, Senin (24/2).

Dia mengharapkan bahwa Presiden terpilih mendatang memiliki kebijakan ekonomi yang kuat dan mengarah sesuai dengan ekspektasi pasar,”Kalau Presiden terpilih nanti dinilai 'market friendly' maka bisa menarik investor asing untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia, namun jika sebaliknya akan berdampak negatif," paparnya.

Lanjutnya, setiap calon Presiden memang memiliki kebijakan ekonomi masing-masing, maka itu pelaku pasar harus jeli mencermati langkah dari setiap kandidat,”Jika nanti yang terpilih dinilai kurang 'market friendly', pelaku pasar bisa mencermati kredibilitasnya, dengan kredibilitas yang tinggi nantinya juga bisa menyesuaikan kebijakan arah ekonomi domestik ke depannya," kata John Rachmat.

Sementara Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto mengatakan pemilihan pemimpin negara menjadi sangat penting karena harus dapat membuat pondasi ekonomi yang berasaskan kemandirian dan kesejahteraan, namun tanpa mengabaikan kepercayaan investor asing yang perannya masih dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan,”Pemimpin baru nantinya diharapkan dapat memprioritaskan agenda pembangunan dan secara efektif menjalankan kebijakan-kebijakan untuk mencapai target-targetnya dikarenakan beberapa keputusan investasi dan arah perbaikan struktur ekonomi sangat terpengaruh kepada hasil pemilu," katanya.

Sebelumnya, analis pasar modal dari MNC Securities, Edwin Sebayang pernah bilang, IHSG di tahun ini tetap akan bergerak positif meski memasuki tahun politik. Alasannya, kondisi 2004 bisa menjadi pembelajaran bagi pelaku pasar,”Ada kesamaan kondisi pasar modal yang terjadi pada 2014 dengan 2004 lalu. Partai politik sama-sama memiliki kesempatan menang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada 2004 pasar sangat volatil. Bahkan, menjelang pemilu cenderung melemah. Pasalnya, pasar cenderung wait and see menunggu hasil pemilu. Setelah hasilnya diketahui, IHSG kembali naik hingga 40%. Hal itu tidak terlepas dari masuknya investor asing ke pasar. Pada 2014, lanjut Edwin, kondisi pasar diyakini tidak berbeda jauh dengan 2004. Setelah mengetahui hasil pemilu, pasar akan naik. Investor asing yang sempat mengeluarkan dananya di tahun ini pun, diyakini kembali berinvestasi di Indonesia pada tahun depan. (bani)

BERITA TERKAIT

MAMI Prediksi Kinerja IHSG Tumbuh Signifikan - Momentum Tahun Politik

NERACA Jakarta – Pilkada serentak yang bakal di lakukan tahun depan, membuat kekhawatiran tersendiri bagi pelaku pasar modal. Meskipun keyakinan…

IHSG Selama Sepekan Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Selama sepekan kemarin atau di sepanjang priode 4 hingga 8 Desember 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Industri Pasar Modal Diyakini Tetap Tumbuh - Dibayangi Risiko Politik di 2018

NERACA Jakarta - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang bakal dilakukan serentak di 171 daerah pada tahun depan, rupanya mendapat kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…